JAKARTA – Euforia klub sepakbola Manchester City memenangkan Liga Primer Inggris kian terasa hingga penjuru Indonesia. Momen tersebut memicu salah satu rumah produksi film menampilkan film bertajuk Pemburu di Manchester Biru.
Film nonfiksi dengan tema sepakbola di liga kasta tertinggi Negeri Ratu Elisabeth ini menceritakan kisah perjuangan anak muda Tanah Air bernama Hanif yang berprofesi sebagai wartawan olahraga. Ia bekerja di sebuah klub sepakbola raksasa di Britania Raya. Film ini juga diambil dari novel karya Hanif Thamrin.
(Foto: Ist)
Baca juga: Vanesha Prescilla Bersama Dodit Mulyanto di Malam Spesial, Adipati Dolken Cemburu?
Hanif yang meraih impian bekerja di jajaran Manchester City diperankan oleh Adipati Dolken. Sedangkan Ganindra Bimo memerankan Pringga yang merupakan sahabat Hanif.
Adipati Dolken mengaku sangat senang mendapat peran sebagai Hanif yang berprofesi sebagai wartawan olahraga. Sebab, olahraga sepakbola merupakan salah satu mimpinya yang terkubur.
"Sayang senang dapat memerankan Hanif di film ini, dan sepakbola adalah olahraga favorit saya, bahkan dulu saya punya cita-cita jadi pemain bola, ingin menjadi atlet bola. Passion saya terhadap sepakbola mimpi besar dan mewujudkannya," papar Adipati Dolken saat konferensi pers perkenalan pemain film Pemburu di Manchester Biru, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/5/2018).
Sementara menurut sang sutradara Rako Prijanto, film yang menghabiskan dana hingga Rp10 miliar ini sangat berbeda dengan karya-karya lain yang pernah digarapnya. Film Pemburu di Manchester Biru juga melibatkan warga negara asing sebagai pemerannya.
"Yang menarik buat saya, film ini beda dari yang pernah saya kerjakan. Film ini mengangkat sport, tapi cerita di luar lapangan. kamera balik arah dari lapangan. Kedua, yang membuat berbeda, hanya Adipati dan Bimo pemeran orang Indonesia-nya, yang lainnya orang asing," ucap dia.
Baca juga: Adipati Dolken Bikin Heboh Gara-Gara Unggah Foto Della Dartyan
Rako menambahkan, melalui film Pemburu di Manchester Biru, industri film Indonesia menjadi semakin maju dan berkembang. "Kita sebagai penikmat film butuh tontonan yang beragam, karena film sebagai sarana hiburan tentu harus bervariasi," tutupnya.