NEW DELHI - Aktor India Salman Khan dijadwalkan sidang ulang pada Senin, 7 Mei 2019 di pengadilan kota Jodhpur, Rajasthan. Seperti diketahui, bulan lalu dirinya divonsi akibat tuduhan kasus penembakan mati hewan langka, antelop jenis blackbuck saat dalam perjalanan berburu ketika syuting film pada Oktober 1998.
Melansir Channel News Asia, Rabu (9/5/2018) Salman Khan berulang kali membantah membunuh hewan yang terancap punah tersebut. Ia balik menuduh departemen hutan Rajastha mencoba menjebaknya. Lebih lanjut pengacara aktor kondang tersebut mengklaim blackbuck mati karena penyebab alami, seperti makan berlebih. Ia bersikeras jika tidak ada bukti jika hewan langka tersebut mati karena ditembak.
Lain hal, sepanjang sidang salah satu saksi mata melihat Salman menembakan senapan.
(Baca Juga: Terkenal karena Indonesian Idol, Ghea Indrawari Tak Takut Kena Star Syndrome)
(Baca Juga: Ini Pesan Melly Bradley untuk Fans Lucinta Luna)
Aktor papan atas Bollywood itu sebelumnya divonis penjara 5 tahun dan denda sebesar 10 ribu Rupee, namun dibebaskan setelah dua hari mendekam dipenjara. Dia dibebaskan karena adanya kejanggalan pada saksi dan tes forensik pada mayat antelope yang diduga ditembaknya. Dari hal tersebut, Salman wajib membayar denda sebesar 50 ribu Rupee sebanyak dua kali. Kemudian, ia juga tidak diizinkanmeninggalkan India tanpa izin langsung dari pengadilan. Hal ini berlaku hingga sidang ulang dilakukan.
Pembebasan bintang Tiger Zinda Hai tersebut sempat menimbulkan pro-kontra di masyarakat India. Beberapa pihak menginginkan hukum yang tegas untuk kasus penembakan satwa langka tersebut.
Kasus Salman Khan pertama kali dilaporkan oleh komunitas Bishnoi, sebuah sekte yang mendedikasikan diri mereka untuk melindungi flora dan fauna. Antelop blackbuck merupakan salah satu satwa yang dilindungi oleh Undang-Undang Perlindungan Satwa Liar India.
Selanjutnya, Kasus penembakan blackbuck bukan satu-satunya masalah hukum yang dihadapi Khan. Namun, anehnya ia terus terbebas dengan kasus hukum tersebut. Misalnya, pada 2006, ia dijatuhi hukuman penjara lima tahun karena berburu chinkara, atau semacam kijang khas India. Dengan jaminan, ia akhirnya bebas setelah tiga hari menginap di hotel prodeo.
Pada 2002, Salman juga sempat terlibat sebuah kasus tabrak lari di Mumbai. Anehnya, ia juga tidak mendapat hukuman sama sekali saat putusan sidang dibacakan di tahun 2015.
Terlepas dari kasus hukumnya tersebut, Salman baru saja menyelesaikan proses syuting besar di Abu Dhabi untuk film terbarunya Race 3, yang akan tayang pada libur Lebaran tahun ini.
(aln)