George RR Martin, Raja Dunia Fantasi

Koran SINDO, Jurnalis
Senin 05 Februari 2018 12:50 WIB
George RR Martin (Foto: Denofgeek)
Share :

LOS ANGELES - Dialah orang yang paling bertanggung jawab atas lahirnya serial televisi fenomenal Game Of Thrones. Berkat seri novel yang diluncurkannya sejak 1996, Martin menginspirasi banyak orang untuk membuat karya seni dan produk komersial dari cerita rekaannya itu.

Nama George Raymond Richard Martin atau George RR Martin boleh jadi layak disejajarkan dengan George Lucas yang menciptakan Star Wars atau JRR Tolkien yang menulis The Lord of the Rings. Betapa tidak, dari novel berseri A Song of Ice and Snow, dia mampu menciptakan fenomena dan euforia dunia terhadap kisah suram penuh intrik dari para perebut kekuasaan. Martin memulai seri A Song of Ice and Snow dengan menulis Game of Thrones pada 1991. Baru enam tahun kemudian atau 1996, novel tersebut berhasil dirilis. Tetapi, saat itu novel ini belum berhasil masuk deretan buku laris.

(Baca Juga: Tasya Kamila Tulis Harapan Penting untuk Indonesia saat Terlibat di Forum PBB)

(Baca Juga: Kylie Jenner Jelaskan Alasan Sembunyikan Kehamilan)

Baru setelah buku kedua lahir pada 1999, yaitu A Clash of Kings, buku ini menarik perhatian pembaca dan kritikus hingga masuk daftar The New York Times Best Seller. Selanjutnya, Martin menerbitkan A Storm of Swords (2000), A Feast for Crows (2005), dan A Dance with Dragons (2011). Masih ada dua buku lagi dari seri ini yang sedang ditulis Martin, yaitu The Winds of Winter dan A Dream of Spring. Buku-buku ini berulang kali masuk nomine dan beberapa kali meraih juara di berbagai festival penghargaan buku genre fiksi ilmiah dan fantasi, seperti Hugo Award, Locus Award, dan World Fantasy Award.

Kepopuleran Martin makin menjadi saat HBO mengadaptasi seri buku ini dalam serial televisi Game of Thrones pada 2011. Tidak hanya melahirkan penggemar militan, tetapi juga beragam penghargaan dari festival film, seperti Primetime Emmy Awards, untuk film dan para pemerannya. Total hingga kini serial televisi Game of Thrones telah memenangkan 217 penghargaan dari 651 nominasi. Serial ini juga dinobatkan Guinness Book of World Records sebagai acara televisi yang paling banyak dibajak.

Tidak hanya itu, karya Martin ini juga menginspirasi terbitnya beberapa novel prekuel, video games, game card, board game, komik, bahkan hotel bertema Game of Thrones di Finlandia. Yang menarik, Martin sempat dikritik penggemar novelnya karena terlalu lama menerbitkan novel kelimanya yang berjarak enam tahun dengan novel keempatnya. Martin lalu membela diri bahwa dia tidak hanya mengurusi seri A Song of Ice and Snow, tapi juga proyek menulis lainnya. Penulis Gail Neiman juga ikut membela Martin dengan mengatakan bahwa Martin tidak mau menulis hanya demi menyenangkan orang lain.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Celebrity lainnya