Deden mengatakan, pihaknya bersama Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta sengaja menggandeng grup musik J-Rocks untuk menyampaikan pesan damai dan toleransi serta mencegah radikalisme yang cenderung meningkat di kalangan generasi muda.
Saiful Umam, dari PPIM, mengatakan hasil riset dan survei yang dilakukan pihaknya menunjukkan betapa rentan generasi milenial terhadap isu-isu toleransi, keberagaman, maupun radikalisme.
"Secara umum anak muda masih bersikap moderat, namun (penyebaran) intoleransi cenderung menyasar ke kalangan anak muda, terutama melalui media sosial. Mereka menjadi," katanya.
Untuk itu, tambahnya, melalui vidio klip Wudhu yang dinyanyikan J-Rock, anak muda menjadi target kampanye Islam yang bersahabat atau "ngefriend", yang saling percaya, saling menghargai, tidak saling mencurigai dengan orang lain.
Vokalis J-Rocks Iman Taufik Rahman mengaku senang dapat mengaransemen ulang lagu "Wudhu" karena lirik-liriknya memiliki pesan yang mendalam.
"Alhamdulillah senang bisa mengaransemen ulang lagu Wudhu ini. Ada semangat ukhuwah dalam lagu ini," ujar Iman.