Anggap Rutan sebagai Universitas, Anggita Sari Miliki Sosok Ibu Baru

Vania Ika Aldida, Jurnalis
Jum'at 03 November 2017 05:01 WIB
Anggita Sari (Foto: Instagram)
Share :

JAKARTA - Aktris seksi Anggita Sari baru seminggu merasakan udara bebas pascakeluar dari Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur. Sebelumnya wanita 25 tahun ini diketahui harus mendekam selama kurang lebih 11 bulan penjara, lantaran kasus kepemilikan narkoba di tahun 2016 lalu.

Di dalam rutan, wanita yang sebelumnya berprofesi sebagai model dan DJ ini mengaku banyak belajar mengenai kehidupan. Ia bahkan menganggap bahwa rutan tempatnya ditahan merupakan sebuah Universitas kehidupan, yang membuat dirinya berpikir untuk dapat menata hidup lebih baik.

(Baca Juga: FOTO: Hiii, Seram! Ada Tangan Misterius di Pinggul Manohara saat Perayaan Halloween)

(Baca Juga: Adaptasi, Adam Jordan Tak Malu Belajar dari Pendatang Baru saat Comeback ke Dunia Sinetron)

"Aku anggap Rutan Pondok Bambu sebagai universitas kehidupan yang bisa ngajarin kita segala macam hal," ungkap Anggita Sari yang ditemui di kawasan Jakarta Selatan.

"Mulai dari menghargai orangtua, menghargai orang dari cara kita memahami karakter setiap orang, dari kita enggak boleh egois. Di sana tuh universitas kehidupan aku untuk menjadi lebih baik gitu saja," sambungnya.

Sementara itu, hidup jauh dari kedua orangtua nyatanya tidak membuat mantan kekasih Freddy Budiman tersebut mengaku kesepian. Pasalnya di dalam rutan, dirinya memiliki sosok seorang ibu yang mencurahkan perhatian yang besar kepadanya.

"Ada sih disana yang aku anggap ibu lah ya. Kebetulan satu kamar, dia juga dekat sama orangtua aku. Walau dia pemakai tapi dia urus aku banget, alhamdulillah dapat keluarga baru, ibu baru, yang bisa bimbing aku jauh lebih baik," paparnya.


(Baca Juga: Lulus dari Rising Star RCTI, Hanin Dhiya Kenalkan 2 Single Sekaligus)

(Baca Juga: Pertama Jadi Anggota Paskibraka, Mimpi Rini Mentari Terwujud)

Tak hanya itu, ia bahkan memiliki pesan kepada masyarakat untuk tidak memandang sebelah mata orang-orang yang berada dalam tahanan. Sebab mereka memiliki cukup banyak pengalaman dalam menikmati pahit dan manisnya kehidupan.

"Aku punya pesan buat semuanya, kalau narapidana yang di rutan atau lapas itu enggak buruk, tapi mereka malah jauh lebih baik daripada yang di luar. Karena mereka sudah merasakan asam garam kehidupan," pungkasnya.

(aln)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Celebrity lainnya