SURABAYA - Nama besar Bambang Gentolet sebagai pelawak tentunya sangat akrab di telinga warga Surabaya. Khususnya bagi sesama pekerja seni di Surabaya. Sosok Bambang Gentolet ini, selain masih memegang pakem sebagai Pelawak Srimulat namun bahan lawakkannya selalu Update.
Hanif Nasrulloh, Pegiat Seni Surabaya dari Komunitas Musikalisasi Puisi "Mbledek Sigar" mengatakan, Bambang Gentolet merupakan seniman yang tergolong laku. "Jika dilihat dari segi usia, Bambang Gentolet ini adalah sosok pelawak yang laku dengan usia segitu," kata Hanif kepada Okezone, Jumat (28/4/2017).
Meski Bambang Gentolet kurang beruntung di Jakarta sebagai pelawak Nasional, namun di Kota Surabaya cukup beruntung. Di usia tersebut, karier di dunia lawak tidak pernah habis.
Hanif mengaku, terakhir bertemu dengan Bambang Gentolet saat pengumuman pengurus Paguyupan Seniman Surabaya di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya. Saat itu, memang kondisi Bambang seperti sehat-sehat saja. Jika terlihat kurus, kata Hanif, postur tubuh Bambang Gentolet memang terlihat kurus.
"Sekitar dua bulan yang lalu, kami bertemu. Saat itu memang sehat-sehat saja," katanya.
Hanif juga mengatakan, kenapa Bambang Gentolet dikenal memiliki lawakkan yang update. Menurut Hanif, Bambang Gentolet memiliki kebiasaan membaca koran. Dari membaca koran itu, kemudian ditampilkan menjadi bahan lawakkan.
"Dia memang sering baca koran. Kemudian dijadikan bahan lawakkan tetapi masih tetap memegang "pakem" dari Srimulat," pungkasnya.
Bambang Gentolet meninggal pada Kamis malam, sekira pukul 22.00 WIB, di Rumah Sakit Bakti Dharma Husada (RS BDH), Jalan Pakal, Surabaya, Jawa Timur.
Kini Jenazah berada di rumah duka di Jalan Manukan Tengah 6-1/1, Surabaya, untuk kemudian dimakamkan. Bambang Gentolet lahir di Yogyakarta, 30 Juni 1941. Bambang besar di Kota Surabaya.
Dia adalah salah satu personel Group Lawak Srimulat di Kota Surabaya. Pria yang juga pernah menjadi Ketua Paguyuban Srimulat Surabaya ini punya ciri khas, yakni potongan rambutnya. (edi)
(ful)