Manusia merasakan berbagai emosi dalam kesehariannya adalah sesuatu yang sudah kita ketahui bersama. Namun bagaimana bila emosi-emosi itu hidup dan mengendalikan seluruh hidup manusia? Itu lah yang berusaha digambarkan oleh film yang disutradarai oleh Pete Docter dan sutradara pendamping, Ronnie Del Carmen ini.
Bercerita tentang seorang gadis berusia 11 tahun, Riley (Kaitlyn Dias) yang terpaksa pindah rumah karena pekerjaan baru ayah Riley (Kyle MacLachlan). Riley, ayah Riley dan ibu Riley (Diane Lane) beradaptasi dengan kehidupan baru mereka di San Francisco, Amerika Serikat. Namun tentu yang paling mengalami kesulitan beradaptasi adalah Riley yang harus meninggalkan sekolah dan teman-teman lamanya.
Di sisi lain, tanpa Riley ketahui ternyata di dalam pikiran Riley bermarkas lima emosi yang terdiri dari Joy/Kebahagiaan (Amy Poehler), Sadness/Kesedihan (Phyllis Smith), Anger/Amarah (Lewis Black), Fear/Ketakutan (Bill Hader) dan Disgust/Jijik (Mindy Kaling). Kelima tokoh emosi ini yang mengendalikan tingkah laku Riley sehari-hari. Tentunya dengan misi selalu membuat Riley bahagia.
Ketika Riley berusaha beradaptasi dengan lingkungan baru, markas emosi mengalami masalah. Masalah itu bahkan membuat Joy dan Sadness terbuang dari markas. Hal ini tentu membuat kekacauan mengingat Joy adalah sang pemimpin markas tersebut. Bila Joy dan Sadness tidak bisa kembali ke markas, maka Riley akan melakukan hal yang bukan hanya membuat orangtuanya sedih dan kehilangan namun juga keputusan itu mungkin akan disesali Riley seumur hidupnya. Lalu bisa kah Joy dan Sadness membenahi masalah tersebut?
Film Inside Out membutuhkan waktu lama dalam pembuatannya. “Dari pembuatan awal sampai akhir, film ini membutuhkan waktu sekitar 5 tahun. Namun menyenangkannya film ini adalah idenya sangat universal, sehingga siapapun yang menonton bisa merasakan terhubung oleh film ini,” ucap Pete dan Ronnie saat ditemui secara eksklusif oleh Okezone.
Karena itu Pete dan Ronnie yakin bahwa film ini cocok ditonton oleh semua usia, terutama dari remaja sampai orangtua. “Orangtua percaya bahwa anak-anak harus bahagia. Tapi sebenarnya sedih juga dibutuhkan karena bisa membuat kita terhubung dengan orang lain,” tambah mereka.
Film keluaran Disney Pixar ini sudah tayang di bioskop-bioskop Amerika Serikat sejak Juni lalu. Namun di Indonesia film ini baru mulai tayang pada 19 Agustus. Selain idenya yang kreatif, menonton film ini akan membuat kita akhirnya berpendapat bahwa meskipun dalam hidup ini kita ingin bahagia namun emosi-emosi lain, seperti kesedihan sekalipun tetap dibutuhkan.
(ryl)