JAKARTA - Cucu Mpok Nori mengungkapkan detik-detik sebelum almarhumah meninggal dunia.
Menurut sang cucu, Rosih, sebelum menghembuskan napas terakhir Mpok Nori sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pasar Rebo, Jakarta Timur sekira pukul 07.00 WIB.
Rosih mengungkapkan penyebab meninggalnya seniman Betawi berusia 84 tahun itu adalah karena penyakit yang sudah diderita sejak lama. "Beliau meninggal karena sakit Asma," kata Rosih, Jumat (4/3/2015)
Mpok Nori yang bernama lengkap Nuri Sarinuri, lahir di Jakarta, 10 Agustus 1930. Mpok Nori adalah pelawak dan pemain film/sinetron Indonesia yang sangat kental dengan budaya Betawi.
Mpok menikah saat masih berusia 16 tahun pada 1946. Ia memiliki 13 orang anak, beberapa cucu, beberapa cicit dan beberapa cagah.
Tapi di usia senjanya, sebelum wafat, semangat wanita bersuara lantang ini masih berkobar untuk tetap bisa menghidupkan kesenian Betawi dan berkarya demi pelestarian seni Budaya Betawi.
Mpok Nori sudah bermain Lenong sejak usia 14 tahun. Namanya tidak hanya terkenal di Jakarta. Tapi juga di seluruh Indonesia melalui berbagai tayangan stasiun televisi.
Keahliannya beraksi di panggung itu dipelajari secara otodidak, dari menonton, mengamati, ikutan bermain hingga akhirnya menjadi pemain dan bisa terkenal hingga kini.
Mpok Nori yang bernama lengkap Nuri Sarinuri lahir di Jakarta, 10 Agustus 1930, adalah pelawak dan pemain film atau sinetron Indonesia.
Dia menikah bersama Almarhum suaminya tahun 1946, saat masih berusia 16 tahun. Ia memiliki 13 orang anak, beberapa cucu, beberapa cicit dan beberapa cagah.
Tapi di usia senjanya, sebelum wafat, semangat wanita bersuara lantang ini masih berkobar untuk tetap bisa menghidupkan kesenian Betawi dan berkarya demi pelestarian seni Budaya Betawi.
Mpok Nori sudah bermain Lenong sejak usia 14 tahun. Namanya tidak hanya terkenal di Jakarta. Tapi juga di seluruh Indonesia melalui berbagai tayangan stasiun televisi.
(rhs)