BANDUNG - Bagi para penggemar Nike Ardilla yang ingin mengenalnya lebih dekat, Anda bisa datang ke Museum Nike Ardilla yang terletak di Komplek Aria Graha, Kota Bandung. Di sini, Anda bisa melihat berbagai hal terkait Nike Ardilla.
Koleksi foto, album, pakaian, sepatu, bahkan aksesoris milik mendiang Nike Ardilla dipajang dengan apik di lokasi di dalam lemari kaca. Bahkan, pintu mobil yang dipakai saat Nike kecelakaan pun ada di sana.
Tak hanya itu, di lokasi juga ada kamar Nike Ardilla yang bisa dikunjungi. Di kamar Nike terpajang televisi berukuran besar, telefon zaman dulu, kasur, boneka, hingga lemari dan piala. Semuanya milik Nike Ardilla, penyanyi fenomenal yang meninggal karena kecelakaan saat usianya baru 19 tahun.
Alan Yudi, kakak Nike Ardilla, mengatakan sebenarnya itu bukan kamar Nike. Sebab rumah yang pernah dihuni Nike sudah terkena proyek penggusuran untuk pembangunan perumahan, tak jauh dari lokasi.
"Tapi suasana kamar Nike ini dibuat semirip mungkin dengan kamar Nike dulu. Barang-barangnya juga semuanya milik Nike," ujar Alan, Kamis 19 Maret 2015 malam.
Barang-barang yang ada di lokasi pun berasal dari dua kamar Nike di Bandung dan tempat tinggalnya di Jakarta. Bahkan beberapa kusen dan pintu dipindahkan dari kamar asli dan dipasang di sana.
"Jadi ini perpaduan dua kamar Nike di Bandung dan Jakarta," ucapnya.
Untuk membangun kamar Nike setidaknya dibutuhkan waktu sekira enam bulan. Itu karena diperlukan waktu untuk menginventarisir dan menata barang-barang Nike agar seidentik mungkin dengan kamarnya.
Siapapun bisa datang ke lokasi. Selain melihat berbagai hal berbau Nike Ardilla, kamar itu pun bisa dikunjungi. Bahkan kamar itu boleh dipakai tidur oleh fans Nike.
"Tapi yang boleh tidur di sini hanya yang sudah kita kenal atau sering ke sini. Jadi kita tahu pribadi orangnya seperti apa," ucapnya.
Berkaca dari pengalaman, ada beberapa orang yang justru berbuat tidak baik di lokasi. Benda di sana beberapa kali hilang karena dibawa pengunjung. Padahal semua benda di sana memiliki nilai sejarah tersendiri.
Sementara terkait tempatnya, ia mengaku lebih suka menyebutnya sebagai rumah kenangan Nike. Tapi tempat itu terlanjur sering disebut sebagai museum oleh orang-orang.
Tempat itu didirikan pada 1996 atas gagasan para fans Nike karena kecintaannya. Pihak keluarga pun mengizinkan adanya museum. Untuk pengelolaan, para fans punya tanggung jawab merawatnya bersama keluarga Nike.
Dari tempat itu, diharapkan orang tahu bagaimana perjalanan seorang Nike Ardilla dari kecil hingga menuai kesuksesan. "Prestasi yang diraih Nike tidak segampang seperti yang diperoleh artis sekarang," tandas Alan.
(edi)