JAKARTA – Berangkat dari rasa prihatin terhadap kondisi perindustrian musik Tanah Air, khususnya industri dangdut, dua manajemen yang selama ini menaungi kaum musisi memutuskan berkoalisi. Box Manajemen dan Positif Art Manajemen melahirkan manajemen baru, Box Art.
Sujana, pemilik Positif Art, mengungkapkan alasan penyatuan modal dua manajemen agar bisa memproduksi musisi dangdut lebih baik lagi.
"Kondisi label dan musik lagi lesu darah, untuk bisa berbisnis dengan baik seperti dulu. Saya lihat ada indikasi, dangdut enggak pernah surut," katanya saat ditemui di Jl. Jambore Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (27/2/2013).
Kolaborasi ini disambut baik penyanyi dangdut senior Mara Karma, Annisa Bahar, juga generasi di bawah mereka, yakni Kiki Syara, Cupi Cupita, dan Devi.
"Peluang dangdut sudah kecil. Dengan adanya (kolaborasi manajemen) ini bisa angkat dangdut lagi. Mudah-mudahan bisa berjaya. Angkat dangdut seperti dulu, tanpa promosi aja bisa terangkat," kata Mara Karma yang terlihat optimistis.
Annisa Bahar yang dikenal dengan goyang "patah-patah" itu berharap musik dangdut bisa semarak lagi.
"Saya lahir dari dangdut. Dulu kaset bisa laku jutaan kopi. Ratu goyang saja bisa meledak banget. Mudah-mudahan dengan adanya Box Art ini musik dangdut bisa berkembang," tutupnya.
(tre)