Franky: Kenapa sih Pluralisme Dijauhkan!

Hasan Kurniawan, Jurnalis
Kamis 21 April 2011 11:17 WIB
Franky Sahilatua (Foto: Tomi Tresnady/okezone)
Share :

JAKARTA- Semasa hidupnya, Franky Sahilatua sempat bertanya pada sahabatnya, Al-Zastrow, soal pluralisme yang justru jadi akar kehancuran peradaban manusia.

“Franky pernah bertanya pada saya,’kenapa sih pluralisme itu dijauhkan? Lalu saya jawab, kita seharusnya memang tidak merubah mawar jadi melati, tapi membiarkan kedua bunga itu tumbuh bersama, jadi menimbulkan keindahan,” tutur Al-Zastrow yang juga mantan asisten pribadi Gus Dur, saat melayat ke rumah kediaman Franky di bilangan Bintaro kepada Okezone, Rabu (20/4/2011) malam.

Dengan landasan tersebut, Franky meluapkan gagasan hidup damai melalui kritik dengan bait demi bait kata-kata yang ditulisnya, lalu dikemas dalam lagu ballad yang memang jadi ciri khasnya.

Al-Zastro menuturkan, judul lagu hasil buah tangan Franky diantaranya; Anak Tiri Republik, Pangan dan Sirkus, Taman Sari Indonesia, dan Kemiskinan.

Lagu-lagu yang disebutkan tadi dibuat Franky setelah pulang dari Singapura, dan dibuat saat kesehatan Franky menurun drastis, ditulisnya saat berbaring di tempat tidur.

“Untuk lagu yang sarat kritik realita sosial, seperti pangan mahal, kesuburan, lagu Pangan dan Sirkus mengibaratkan pemerintah seperti sirkus karena terkesan kebijakan kadang dibuat-buat gak sesuai dengan kenyataan,” lanjutnya.(tom)

(uky)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Celebrity lainnya