JAKARTA - Nama Saba bersaudara mungkin sudah tak asing lagi di dunia musik Indonesia. Setelah terpencar di band masing-masing, kini mereka bersatu membuat grup vokal bernama Saba.
Carlo Saba kita kenal sebagai vokalis Kahitna. Sedangkan Denny Saba pernah berjaya bersama grup vokal ME yang ngehits lewat lagu “Inikah Cinta”. Karena berbeda genre, musik yang dihasilkan Carlo Saba, Denny Saba, Martin Saba dan Ivan Saba ini terasa unik, sehingga diberi nama musik sweet soul R&B.
"Saat kita berempat kumpul, kita sempat bingung jenis musik apa yang mau dimainkan. Tapi begitu jalan, konsep musiknya ternyata ala Saba sendiri. Karena kita berbeda background musik. Jadinya, musik kita ini gabungan dari musik pop, R&B, rap sampai jazz," papar Carlo usai tampil di A Mild Stage Java Soulnation, Istora Senayan, Jakarta, Jumat (29/10/2010) malam.
Proses penyatuan empat bersaudara ini ternyata tak mudah. Buktinya, konsep yang direncanakan sejak 1997 baru terealisasi tahun ini dengan diluncurkannya album perdana bertajuk “Saba-Hidup Ini Indah”.
"Dari zaman ME, saya sudah bilang ingin rekaman sama saudara-saudara saya. Jadi niat membuat proyek ini sudah lama, tapi prosesnya sulit karena kita harus meredam ego masing-masing. Tapi akhirnya kita bisa merilis album juga," ujar Denny.
Selain lagu baru, di album perdana Saba juga mendaur ulang lagu lawas yang pernah dibawakan personelnya dulu. Salah satunya lagu “Inikah Cinta” milik ME dan “Permaisuri” hits milik Kahitna. Hits single “Kembali Untukmu” dipilih sebagai pintu masuk mereka ke industri musik.
"Era musik sekarang kan memang berkiblat pada satu genre saja. Ini tantangan buat kita agar bisa diterima di masyarakat. Kita hadir untuk memberikan alternatif musik dan ingin memperkaya musik yang ada di Indonesia," tandas Irfan.
Meski seluruh personelnya bernyanyi, namun Saba menolak disebut sebagai boys band. Pasalnya, mereka tidak mengedepankan koreografi seperti boys band pada umumnya.
"Kalau boys band itukan lebih mengedepankan ke koreografi. Tapi kalau kita tampil dengan konsep band penuh tanpa koreografi. Jadi kita ini bukan boys band," tutup Carlo.
(tty)