JAKARTA - Harapan terbesar yang diungkapkan maestro lagu anak-anak AT Mahmud kepada sahabatnya, Profesor Emil Salim, adalah ingin lagu anak-anak mendapat tempat terhormat.
“Jangan hanya sinetron pada waktu jam 5 (pukul 17.00 WIB). Karena beliau paling jengkel kalau ada sinetron teriak-teriak,” ungkapnya ditemui di rumah duka, Jalan Tebet Barat 2A No 18, Jakarta Selatan, Rabu (7/7/2010).
Mantan Menteri Lingkungan Hidup era Orde Baru ini adalah sahabat pria bernama lengkap Abdullah Totong Mahmud. Mereka pernah duduk di SMA yang sama di Kota Palembang.
AT Mahmud pun terinspirasi dari anak Emil Salim bernama Amelia Farina. Dalam gambaran yang dilihat dari sosok anak-anak yang lahir pada 1 Februari 1962 tersebut, Amelia adalah anak yang lincah dan riang. Lagu itu pun diberi judul O Amelia.
AT Mahmud meninggal Selasa siang karena menderita infeksi paru-paru. Jenazahnya kini telah dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Jakarta.
Selama hidupnya, AT Mahmud telah mencipta sekira 500 lagu anak-anak. Dia pun mendapat empat penghargaan atas jasa-jasanya dalam mengembangkan lagu anak-anak.
Pada tahun 2000, Sony Music meluncurkan album karya terbaik AT Mahmud yang dinyanyikan oleh Tasya. Lagu-lagu seperti Anak Gembala, Paman Datang, Pemandangan, Kereta Apiku, dan Ambilkan Bulan Bu, kembali hits dan akrab di telinga anak-anak Indonesia.
(nov)