2010, Bioskop Indonesia Dibanjiri Film Realita Sosial

Tomi Tresnady, Jurnalis
Senin 11 Januari 2010 11:16 WIB
Film-film Indonesia. (Foto: Ist)
Share :

JAKARTA - Tak dipungkiri, tema realita sosial yang tergambar dari sebuah novel memang menjanjikan untuk difilmkan. Belajar dari pengalaman Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih, serta Tetralogi Laskar Pelangi Andrea Hirata, beberapa produser pun melirik novel laris untuk diangkat ke layar lebar.

Menurut eksekutif produser Starvision, Chand Parwez, film bertema perjuangan kelas dan menunjukkan kepedulian sosial akan menjadi tema film Indonesia pada 2010 ini. “Kita tahu kepedulian sosial di masyarakat lebih dominan, seperti kasus Prita, Bibit-Chandra. Kalau ada tema yang angkat itu, akan menarik masyarakat,” paparnya kepada okezone beberapa waktu lalu.

Menurut Chand, ada beberapa film yang akan diangkat dari novel best seller yang memiliki segmen pembaca yang pasti. Selain dinilai relatif berhasil, keingin tahuan para pembaca novel inilah yang akan dijadikan sasaran tembak penonton. “Mereka ingin tahu bagaimana sih kalau difilmkan,” tukasnya.

Selain film realita sosial, ada juga cerita rakyat yang akan diangkat kembali oleh Starvision, yakni Cerita Kabayan. Akankah film Kabayan yang diproduksi Chand Parwez akan menyaingi kesuksesan Kabayan yang dibintang Kang Ibing dan almarhum Nike Ardilla?

“Walau ceritanya bisa musikal komedi, tapi akan mendekati titik itu,” kata dia.

Sekadar ilustrasi, Starvision akan merilis film berjudul 18+ yang bercerita tentang refleksi cara pola nilai tentang remaja dan lingkungannya. “Bukan kisah cinta seperti Cinderella, tetapi cinta yang kehidupannya keras,” kata dia.

Starvision juga akan merilis film bergenre horor slasher yang dibintangi Sigi Wimala. “Yang dibutuhkan masyarakat mungkin bukan seperti pocong, kuntilanak, tetapi yang mendekati kondisi sekarang,” kata dia.

Chand menambahkan, 2010 adalah era kepedulian sosial. Oleh sebab itu, dia ingin memproduksi film yang membuat aura positif bagi penonton. “Film ini bisa bikin pencerahan,” kata dia.

Serbuan film Hollywood menjadi satu fenomena yang mesti diantisipasi oleh para produsen film Indonesia. Menurut Chand, film Indonesia harus memiliki keistimewaan dengan eksplorasi kekayaan kultur dan bahasa.

“Kalau mau nyaingin Hollywood, bagaimana bisa dana untuk buat filmnya saja bisa bikin jembatan di selat Sunda? Kita bisa jual dengan humanisme, kultur, pendekatan emosionalnya,” tandasnya.

(nov)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Celebrity lainnya