JAKARTA - Penulis novel tetralogi Laskar Pelangi, Andrea Hirata akan memutar film Sang Pemimpi di layar tancap. Hal ini ditujukan, agar banyak masyarakat bisa menonton film yang mendidik seperti ini.
"Rencananya juga, saya ingin putar film ini di layar tancap. Jadi masyarakat bisa menonton dan gak perlu bayar. Karena film ini edukasi juga. Bukan sekedar film, adaa unsur budayanya juga," papar Andrea di sela screening film Sang Pemimpi di FX, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (14/12/2009).
Penulis novel dari Bangka Belitung ini juga meramal film kedua yang diambil dari novelnya ini juga akan melebihi film novel pertamanya, Laskar Pelangi.
"Kalau kemarin yang saya dengar 4,6 juta penonton. Dan saya rasa Sang Pemimpi bisa lebih dari 7 juta penonton deh. Amin," jelasnya.
Andrea menilai film yang disutradarai Riri Riza dan diproduseri Mira Lesmana ini sangat bagus. "Kadang-kadang di satu sisi dia menghadapi suatu tantangan. Tapi dia bangkit lagi. Ini merupakan cerita remaja dan kita bisa seperti itu. Gimana menggarap sebuah tema lokal tapi ada unsur ekonomi, religi, edukasi, semua menjadi satu," katanya.
Dia juga melihat film ini berusaha membuat penonton menangis menyaksikannnya. Dia pun berharap, agar penonton membaca novelnya yang berjudul sama. "Karena dengan itu akan banyak dapat referensi," sarannya.
Andrea pun berharap, film tersebut bisa membawa harapan baru. Memberi pembelajaran bagi penonton untuk mengapreasi sebuah karya film dan novel. "Saya yakin film ini akan menjadi film yang kuat," pungkasnya.
(uky)