MONACO - Dunia mode berduka, sebab salah satu desainer terbaik, Yves Saint Laurent, tutup usia pada hari Minggu.
Itu terbukti melalui pernyataan beberapa sahabat dan teman seperjuangannya di kancah fesyen.
"Saya sedih kehilangan tokoh legendaris berbakat," kata desainer Tommy Hilfiger, melalui pernyataan tertulisnya yang dikirimkan lewat email ke Associated Press (AP). "Dia memang seorang kreatif jenius yang mengubah dunia fesyen selamanya."
Sementara Piere Berge, rekannya untuk mewujudkan membuat label YSL, mengungkapkan kesedihannya melalui info radio Perancis.
"Chanel memberikan wanita kebebasan dan Saint Laurent memberikan mereka kekuatan. Saint Laurent melampaui keindahan untuk menciptakan kehidupan sosialnya," ungkapnya seperti dikutip dari AP, Senin (2/6/2008).
"Saint Laurent mengadakan revolusi di bidang fesyen modern dengan melalui pengetahuannya di masa muda, sungguh sempurna dan seimbang. Warisannya akan selalu dikenang," papar desainer dari Fransisco Costa, Calvin Klein.
Perancang yang mengawali karier di usia 17 tahun pada rumah mode Christian Dior ini, pada usia 21 tahun diminta untuk menyelamatkan label Dior dari kehancuran.
Baru sukses menjadi desainer, Yves terpaksa mengikuti wajib militer dalam perang Aljazair. Setelah 20 hari bertempur di medan perang Yves mengalami stres berat dan dirawat di rehabilitasi mental di Prancis.
Setelah itu, dia bersama rekannya, Piere Berge mewujudkan cita-cita untuk membuat label sendiri.
(nsa)