JAKARTA - Alfay Rauf Diah, suami Rahma Azhari, tidak ingin memperebutkan anak. Rauf menyerahkan semua kepada pengadilan. Toh, anak yang lahir dalam pernikahan pasangan itu, bukan darah daging Rauf.
"Saya tidak perlu ngotot mengenai masalah anak atau mempertahankan anak. Kalau bukti-bukti, biar pengadilan yang menetapkan," ujar Rauf di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Jalan Rambutan VII, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (6/12/2007).
Rauf tak ingin terlalu memendam rasa kecewa saat tahu anak yang lahir dari rahim Rahma ternyata bukan darah dagingnya. Hasil tes DNA menunjukkan anak tersebut bukan anak Rauf.
"Kecewa sih tidak, tapi kalau merasa tertipu ya saya kan sudah besar. Lagipula saya tipe orang yang I believe in good," imbuhnya.
Senada dengan Rahma, Rauf juga menyatakan lebih suka memilih berpisah dibandingkan harus terus bersama wanita seksi itu.
"Memang sejauh ini ada mediasi, tapi kita berdua sudah sepakat bahwa yang terbaik untuk kita berdua adalah perceraian," jelas Rauf.
Perihal kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang pernah digembar-gemborkan Rahma beberapa waktu lalu, ternyata hal itu tidak disertakan pada gugatan yang diajukannya.
"KDRT tidak disebutkan dalam gugatan. Yang dia ceritakan hanya persoalan yang terjadi di Blowfish Cafe saja," jelas Rauf yang datang ke persidangan dikawal oleh keluarga besarnya.(lsi)
(ang)