JAKARTA – Mantan Aktivis Mahasiswa, Ardi Putra Utama, menilai film Di balik 98 sebagai film pertama yang mengangkat peristiwa 1998.
Dia menganggap alur, plot cerita, kualitas para pemain dalam film ini cukup baik. Demikian pula penggambaran suasana reformasi 1998, dinilai cukup realistis.
"Alur ceritanya benar-benar memposisikan bagaimana posisi mahasiswa, posisi rakyat pada masa itu," ungkap Ardi, Rabu (21/1/2015).
Dia menilai, tokoh-tokoh politik yang ditampilkan juga sangat proporsional. Artinya, berada dalam posisi netral, dan tidak ada keberpihakan membela salah satu pihak.
Kata Ardi, hal yang dapat diambil dari peristiwa 98 adalah reformasi mampu menumbangkan rezim Soeharto yang dikenal otoriter. Ardi mengaku saat menonton film ini serasa dibawa kembali ke masa 1998.
"Wah, iya, teman saya saat nonton adegan mahasiswa ditembak langsung bereaksi. Saya pun ikut larut dalam alur filmnya," kata Ardi.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan, film itu mendapat pengetahuan yang baru, pengetahuan yang tadinya sempat terlupakan menjadi diingatkan kembali.