Ustadz Pasang Tarif Tinggi, Ibunda Uje: Dai Butuh Uang Bensin

Kamis, 15 Agustus 2013 17:34 wib | Egie Gusman - Okezone

Ilustrasi pendakwah (Foto: Dok Okezone) Ilustrasi pendakwah (Foto: Dok Okezone) JAKARTA - Sebagai pendakwah, ibunda almarhum Ustadz Jeffry Al-Buchori (Uje) sangat setuju para mubalig tidak menerima upah sepeser pun setelah ceramah.

Namun, Umi Tatu juga tak keberatan pihak penyelenggara memberikan fasilitas dan bayaran kepada para mubalig. Apalagi, menurut Umi Tatu, kebanyakan mubalig tidak memiliki pekerjaan selain mendakwah.

"Penceramah itu harusnya tidak bayar. Tapi dai itu, mau ke mana-mana perlu mobil, bensin ke mana jauhnya, dan itu tanggung jawab yang punya hajat," kata Umi Tatu.

"Mubalig seperti orang kerja, apalagi ustadz itu tidak punya kerjaan, mereka hanya penceramah," sambungnya, saat berbincang melalui sambungan telefon, Kamis (15/8/2013).

Sekadar diketahui, tersiar kabar yang menyebutkan ustadz selebriti selalu memasang tarif tinggi saat ceramah. Semakin sering sang mubalig berdakwah di layar kaca, maka biasanya semakin tinggi tarif mereka. Karena itu, tak ayal banderol ustadz selebriti melekat di diri mereka. (nsa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »