Diadukan ke Polisi karena Twitter, Bondan Prakoso Akan Somasi

|

Johan Sompotan - Okezone

Bondan Prakoso (Foto:Ist)

Diadukan ke Polisi karena Twitter, Bondan Prakoso Akan Somasi
JAKARTA - Bondan Prakoso diadukan ke polisi ke Poltabes Denpasar, Bali, oleh Jerry Filmon, pemilik Akasaka Cafe atas tuduhan penghinaan. Bondan dilaporkan karena mengeluh di Twitter soal pengamanan dirinya usai manggung di kafe.

Kasus bermula saat aBondan dan Fade2Black manggung di Akasaka Cafe, Simpang Enam, Denpasar, Bali, 22 April 2011. Business Manager Bondan, Blen, dalam jumpa pers di kantor pengacara OC Kaligis, Jumat (6/4/2011) memaparkan kronologis versi Bondan.

"Selesai manggung, langsung masuk ke ruang privasi. Tapi banyak orang ke ruang itu tanpa konfirmasi terlebih dulu saat Bondan dan Fade2Black akan menarik nafas usai manggung. Meski sudah minta waktu untuk istirahat, mereka tetap saja berada di ruang itu," ujarnya.

Sekira pukul 02.30 WITA selesai dan masuk ke mobil untuk pulang ke hotel. Tapi baru jalan sebentar, mobil yang ditumpangi Bondan dan Fade2Black dihentikan dengan teriakan yang cukup keras. Empat orang berbadan besar membuka pintu mobil saat mobil dalam keadaan jalan.

"'Bondan mana, Bondan mana...' dan meminta Bondan untuk turun dari mobil," ujar Blen.

Bondan menlanjutkan, kala itu dia akhirnya turun dari mobil. "Sekira 50 fans melindungi saya, dan setelah itu 'blur', tidak tahu lagi apa yang terjadi," kata Bondan.

Menurut Blen, saat Bondan turun dari mobil, Blen memanggil Rezpector (penggemar setia Bondan dan Fade2Black) untuk melindungi Bondan.

"Saya merasa lebih aman jika Bondan dilindungi Rezpector daripada berada di antara para petugas security itu," ujar Blen.

Setelah kejadian itu, Bondan menuliskan keluhannya atas perlakuan penyelenggara acara di akun twitter @BondanF2B. Isinya, "Security = Secure = Membuat Nyaman = Membuat Aman, Security Bali Akasaka = Tidak Sopan = Berlebihan = Tidak Menghargai Tamu!".

Bondan tak merasa dirinya yang menuliskan kalimat bernada kekecewaan itu di Twitter.

"Saya tidak punya akun Twitter, dan bukan saya yang menuliskan itu. Itu salah tuduhan. Saya tidak tahu apa-apa sampai saya mendapatkan tuduhan tersebut. Akun itu adalah akun bersama milik manajemen kami untuk mempromosikan kegiatan-kegiatan kami," urainya.

Selain kaget dengan adanya aduan ke polisi, Bondan juga merasa tidak nyaman karena kasus itu kadung menjadi pemberitaan.

"Saya kaget sekali setelah ada berita pelaporan ke polisi. Saya merasa tidak nyaman atas pemberitaan ini. Next, konser Bondan dan Fade2Black apapun dan di manapun, saya tetap percaya pada tim manajemen saya. Besok hati-hati dan waspada saja," ujar Bondan.

Sementara itu, OC Kaligis yang ditemui di lokasi yang sama mengatakan, laporan Jerry bukan masuk hukum pidana.

"Laporan itu tidak benar. Yang benar, SOP dilanggar. Misalnya mereka tidak dilindungi sehingga membahayakan keamanan mereka sebagai musisi. Soal hukumnya, mereka tidak bersalah. Dia (Jerry) itu arogan. Kalau di surat pembaca di koran, bisa saja lebih keras omongannya daripada di Twitter," tuding OC.

Pengacara yang pernah membela Ariel 'Peterpan' itu menegaskan, polisi tidak akan sembarangan dalam memproses setiap aduan yang masuk.

"Polisi tidak akan menelan mentah-mentah semua laporan. Polisi tahu apa yang dilakukannya. Polisi tidak sembrono menangani kasus ini setelah kasus Prita kemarin. Curhat itu kan biasa. Kami sudah melayangkan somasi dulu kepada Jerry. Jika tidak ada tanggapan baik dari mereka, kami akan ajukan gugatan perdata dan pidana terhadap Jerry Filmon," ancam OC.
(ang)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ayu Ting Ting Geboy Mujair - Makan Bareng Fans