Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

MA Amerika Minta Tinjau Kembali 'Payudara' Janet Jackson

Chaerunnisa , Jurnalis-Selasa, 05 Mei 2009 |12:16 WIB
MA Amerika Minta Tinjau Kembali 'Payudara' Janet Jackson
A
A
A

WASHINGTON - Masih ingat dengan insiden 'payudara' Janet Jackson di sela acara Super Bowl tahun 2004 lalu, saat tampil bersama Justin Timberlake. Kali ini, Mahkamah Agung Amerika Serikat memerintahkan pengadilan di bawahnya untuk meninjau kembali denda USD550.000 kepada stasiun televisi CBS yang menayangkan kejadian itu.

Sebagaimana dikutip Reuters, Selasa (5/5/2009), MA kemudian menyerahkan kembali kasus ini kepada pengadilan banding di Philadelphia untuk ditinjau kembali.

Pengadilan banding mengatakan, aksi Janet Jackson saat itu bukanlah tanggung jawab televisi CBS. Karena kejadian itu memang tidak diduga sama sekali.

Sebelumnya, Komisi Komunikasi Federal memberikan sanksi kepada CBS. Menanggapi hal itu, pengadilan banding menilai aksi Komisi Komunikasi Federal sebagai aksi yang "sewenang-wenang dan berlebihan".

Diketahui, di sela acara Super Bowl tahun 2004 lalu Janet Jackson tampil bersama Justin Timberlake. Keduanya menari sangat hot hingga dalam sebuah kesempatan, Justin merobek pakaian bagian kanan Janet. Setelah itulah, payudara kanan Janet Jackson kelihatan.

Padahal saat itu, CBS yang memiliki hak siar sedang menayangkan langsung. Akibatnya kejadian ini ditonton 60 juta lebih penonton.

Pihak CBS menilai keputusan ini merupakan keputusan yang sangat ditunggu dalam pekan-pekan terakhir ini.

"Kita percaya diri dalam peninjauan kasus 'pengadilan banding' akan melihat kejadian Super Bowl, yang tidak pantas dan disesalkan, merupakan kejadian yang tidak bisa diantisipasi CBS," kata pihak CBS dalam rilisnya.

(uky)

Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement