Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sara Wijayanto Kenang Momen Pertama Kali Lihat Makhluk Gaib di Usia 34 Tahun: Denial dan Takut

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Senin, 19 Oktober 2026 |18:01 WIB
Sara Wijayanto Kenang Momen Pertama Kali Lihat Makhluk Gaib di Usia 34 Tahun: Denial dan Takut
Sara Wijayanto
A
A
A

JAKARTA - Pengalaman pribadi Sara Wijayanto saat pertama kali melihat makhluk gaib ternyata ikut membantunya mendalami karakter Laras dalam film The Doll: Ghawiah. Ia mengaku kembali mengingat masa ketika dirinya masih takut dan belum bisa menerima kemampuan yang dimilikinya.

Dalam film tersebut, Sara memerankan Laras, sosok yang masih diliputi ketakutan dan keraguan. Karakter itu juga memiliki trauma karena melihat sang ibu, yang merupakan seorang praktisi spiritual, hingga akhirnya meninggal dunia.

Untuk membangun karakter Laras, Sara mengaku berusaha memahami bagaimana seseorang yang memiliki kemampuan melihat makhluk gaib bisa bereaksi ketika belum siap menerima pengalaman tersebut.

Sara merasa karakter Laras mengingatkannya pada dirinya sendiri di masa lalu, terutama ketika ia baru mulai menyadari kemampuan yang dimilikinya. Di mana kala itu ia masih belum terbiasa melihat makhluk gaib.

“Aku mengingat diriku pada saat dulu belum bisa menerima kemampuan aku,” ujar Sara saat ditemui dalam konferensi pers film The Doll: Ghawiah pada Minggu (18/10/2026).

Tantangan itu membuat Sara harus terus mengingatkan dirinya untuk menampilkan ketakutan dalam setiap adegan. Ia pun kembali membayangkan perasaannya saat pertama kali mengalami pengalaman spiritual yang sulit diterima secara langsung.

“Jadi aku juga mengingat kembali pada saat dulu umur 34, gimana waktu aku masih takut dan kayak baru, ‘Aduh, gue terima atau enggak?’ gitu. Jadi banyak memori dari Sara juga yang aku masukin ke Laras di film ini,” tuturnya.

Sara mengungkapkan, saat pertama kali mengalami hal tersebut, ia bukan hanya merasa takut, tetapi juga sempat menyangkal kemampuannya. Proses untuk menerima pengalaman itu ternyata tidak berlangsung singkat.

Ketika ditanya apakah dirinya sempat merasa takut atau justru menyangkal apa yang dialami, Sara membenarkan bahwa kedua perasaan itu muncul dalam dirinya.

“Denial. Ya denial dan takut juga sih. Maksudnya untuk akhirnya bisa menerima kan panjang. Udah bisa menerima pun kan perjalanannya juga panjang,” jelasnya.

Pengalaman itulah yang kemudian menjadi salah satu bekal Sara dalam membangun emosi karakter Laras. Ia tidak hanya mengandalkan arahan sutradara, tetapi juga mengambil perasaan yang pernah dialaminya sendiri untuk membuat karakter tersebut terasa lebih nyata.

Bagi Sara, kemiripan pengalaman itu membantunya memahami ketakutan dan keraguan Laras ketika berhadapan dengan kemampuan yang belum sepenuhnya bisa diterima.

Ia pun berusaha menghadirkan sisi karakter yang berbeda dari dirinya saat ini, mengingat Laras masih berada dalam fase penuh ketidakpastian.

(kha)

Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement