JAKARTA - Anggota DPD RI, Arya Wedakarna ikut menanggapi persoalan Ria Ricis dan Billy Syahputra yang mengalami kejadian tidak menyenangkan saat berwisata di Bali. Respons itu dikemas dalam video berdurasi hampir 5 menit.
Video itu dibuka Arya dengan memberikan nasihat kepada siapa pun yang akan maupun sedang mengunjungi Bali, termasuk para selebriti untuk tidak marah-marah.
"Saya cuma mau kasih nasihat, Bali itu adalah tempat pariwisata, jadi kalau datang ke Bali, jangan marah-marah, jangan emosi-emosi, karena orang Bali sendiri pun sebenarnya sangat welcome dengan semuanya," ucapnya.
Mengenai persoalan yang menimpa Ria Ricis dan Billy Syahputra, Arya mengaku telah melihat rekaman CCTV pun klarifikasi yang diberikan oleh perusahaan setempat.
Arya juga memastikan tidak ada diskriminasi yang terjadi di Bali. Adapun pelayanan yang kurang menyenangkan terjadi, ia mengatakan, bahwa para pekerja merupakan seorang manusia yang memiliki mood tertentu. Karenanya, wisatawan lah yang seharusnya memaklumi.
"Saya tidak menyebut nama selebgramnya, cuma saya harus membela orang Bali. Saya harus membela karyawan-karyawan, maupun juga staf-staf orang Bali. Kalau salah, ya tinggal minta maaf saja, kalau besok-besok misalkan mereka berbuat salah, jutek, dilayani tidak maksimal, saya cuma berpesan jangan sedikit-dikit diunggah ke media sosial," jelasnya.
Menurutnya, hal itu dapat memberikan dampak buruk untuk perusahaan maupun karyawan. Bahkan, Arya juga sempat menyinggung UMR dan UMK Bali yang termasuk kecil. Padahal, beban sebagai orang Bali cukup berat.
Meski demikian, Arya mengaku tidak membenarkan seseorang berlaku tidak ramah. Namun, untuk melakukan komplain atau keberatan atas suatu pelayanan, ada caranya tersendiri.
"Kalau keberatan, komplain, atas karakter karyawan atau sifat dari staf, tegur langsung di tempat atau mungkin isi formulir, kirim DM, kasih masukan, jangan mempermalukan karena kasihan juga perusahaannya, kasihan juga si mbak karyawannya," tuturnya.
Selain itu, Arya juga mempersilakan untuk merekam dan membagikan bukti apabila ada kesalahan dalam pelayanan yang diberikan. Namun, jika tidak memiliki bukti, menurutnya, lebih baik untuk tidak berkoar-koar.
"Intinya, kalau datang ke Bali, jangan marah-marah. Kalau datang ke Bali, ya harus bawa uang yang banyak. Karena, kami orang Bali menginginkan pariwisata berkualitas. Pariwisata berkualitas itu, kita perlu wisatawan-wisatawan yang uangnya banyak, orang-orang yang berkarakter lah, seperti itu," katanya.
Menutup videonya, anggota DPD RI itu memberikan semangat kepada para pekerja yang sedang tertimpa masalah.
"Pesan ya, siapapun yang merasa diri artis, bahwa Bali adalah tempat yang ramah, Bali adalah tempat yang tidak membeda-bedakan wisatawan domestik ataupun asing. Jadi, kalau ada buktinya, enggak apa-apa, rekam, video kalau dia jutek, share aja enggak apa-apa. Tapi, kalau misal enggak ada bukti, enggak usah ngomong. Semangat ya, Bali," tutupnya.
(ant)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri