Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Demian Aditya Ungkap Arah Baru Kontennya, Bidik Ekosistem Horrortainment untuk 2027

Khafid Mardiyansyah , Jurnalis-Kamis, 03 September 2026 |20:31 WIB
Demian Aditya Ungkap Arah Baru Kontennya, Bidik Ekosistem <i>Horrortainment</i> untuk 2027
Demian Aditya
A
A
A

JAKARTA — DMS+ menyiapkan perubahan arah bisnis dan ekosistem kontennya menuju 2027. Salah satu yang menjadi perhatian adalah rencana mengembangkan DMS+ menjadi platform “horrortainment”, yang tidak lagi hanya bertumpu pada satu identitas atau kelompok kreator tertentu.

Hal tersebut disampaikan CEO DMS+ Demian Aditya dalam acara networking Ruang Tamu DMS+ Vol. 2 di Jakarta, Rabu (2/9/2026). Dalam kesempatan itu, Demian memaparkan roadmap pengembangan DMS+ yang dirangkum dalam tiga kata, yakni “Wider, Higher, Bigger.”

Demian mengatakan, aspek Wider menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan DMS+. Menurut dia, platform tersebut ke depan diarahkan untuk menjadi ruang yang lebih terbuka bagi para kreator konten horor di Indonesia.

“Transformasi DMS+ menjadi Horrortainment — membuka platform bagi seluruh konten kreator horor Indonesia, tidak lagi terbatas pada satu identitas,” demikian arah yang dipaparkan dalam agenda tersebut.

Konsep horrortainment tersebut menjadi bagian dari upaya DMS+ untuk memperluas ekosistem konten horor, sekaligus menjangkau penonton dengan karakter dan kebiasaan konsumsi konten yang berbeda.

Selain memperluas ekosistem kreator, DMS+ juga melihat perubahan format sebagai bagian penting dari strategi tersebut. Salah satunya melalui pengembangan Vertical Movie, yakni drama horor dengan format vertikal yang dirancang untuk konsumsi melalui perangkat seluler.

Format ini diproyeksikan menyasar pengguna platform video pendek seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts.

Bagi Demian, perubahan tersebut bukan sekadar memperbanyak konten, melainkan bagian dari upaya membawa DMS+ ke skala yang lebih luas.

“Wider, Higher, Bigger adalah arah kami membawa DMS+ melangkah ke 2027 — memperluas jangkauan dengan mengubah DMS+ menjadi Horrortainment dan mendorong format Vertical Movie,” ujar Demian.

Pengembangan tersebut nantinya juga akan ditopang oleh sejumlah inisiatif lain. COO DMS+ Syahrizal memaparkan rencana pengembangan Creator Room, yang ditujukan sebagai ruang kolaborasi bagi kreator horor untuk membangun konten di dalam platform.

DMS+ juga menargetkan produksi 1.000 judul konten vertikal berbasis AI dengan memanfaatkan sejumlah entitas yang telah tersedia di Sosokpedia dan aplikasi.

Sementara itu, pengembangan My Movie diarahkan menjadi agregator film dan serial vertikal lintas genre.

Di sisi bisnis, CFO DMS+ Teguh Arifianto menyebut penguatan IP Management sebagai salah satu fondasi pengembangan pada 2027. Sistem tersebut ditujukan untuk mengelola hak cipta dan aset kreatif agar dapat dikembangkan, dilisensikan, serta dimonetisasi secara berkelanjutan.

Roadmap tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai kerja sama DMS+ dengan sejumlah mitra, termasuk Sinemaku Pictures dan Motorola Indonesia.

Demian menilai kolaborasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memperbesar skala DMS+. Salah satu kolaborasi dengan Sinemaku Pictures diwujudkan melalui film layar lebar “Memburu Pemangsa”, yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 24 September 2026.

Namun, bagi DMS+, pengembangan ekosistem horor menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan menuju 2027. Dengan konsep horrortainment, platform tersebut ingin bergerak dari sekadar identitas konten menuju ekosistem yang dapat menaungi lebih banyak kreator dan format hiburan berbasis horor.
 

(kha)

Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement