JAKARTA - Polemik mengenai rumah yang ditempati Sarwendah kembali menjadi sorotan. Menanggapi hal itu, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menegaskan rumah tersebut bukan lagi menjadi persoalan.
Pasalnya rumah tersebut telah masuk dalam kesepakatan pembagian harta bersama antara kedua belah pihak. Menurut Chris, proses pembagian aset sebenarnya sudah selesai dan telah disepakati bersama.
“Permasalahan gono-gini sudah sepakat, sudah ada pembagian harta. Harta A untuk Sarwendah, harta B untuk Ruben, sebenarnya sudah clear,” kata Chris.
Ia menjelaskan rumah yang saat ini ditempati Sarwendah, meski masih dalam proses cicilan, telah menjadi bagian aset yang diserahkan kepada Sarwendah. Karena itu, Chris menyayangkan masih adanya anggapan yang menyebut rumah tersebut milik Ruben Onsu.
“Termasuk rumah yang ditempati yang masih dalam cicilan itu, itu juga sebenarnya sudah menjadi hak Sarwendah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Chris juga mengatakan rumah tersebut juga dipersiapkan Sarwendah untuk masa depan anak-anaknya. Selain itu, ia juga turut menanggapi kritik soal aktivitas live streaming dan pekerjaan Sarwendah yang dilakukan dari rumah.
Chris menilai keputusan bekerja dari rumah justru memudahkan Sarwendah untuk tetap dekat dengan anak-anak.
“Kenapa klien kami menggunakan itu sebagai tempat kerja? Supaya anaknya sewaktu-waktu kangen dengan ibunya tidak perlu diantar ke studio atau tempat lain. Langsung di rumah itu melihat ibunya lagi kerja,” katanya.
Menurut Chris, kehadiran anak-anak dalam siaran langsung yang dilakukan Sarwendah bukan bagian dari strategi konten. Ia membantah anggapan yang menyebut anak-anak sengaja dilibatkan untuk mendongkrak popularitas atau rating.
“Jangan dipelintir seakan-akan anak itu dijadikan senjata untuk menaikkan rating. Tidak,” tegasnya.
“Menurut Sarwendah, anak-anak itu melebihi manajernya, melebihi siapa pun. Jadi tidak ada yang bisa melarang mereka di rumah itu,” pungkasnya.
(kha)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri