JAKARTA – Di balik keindahan Tari Jaipong, berkembang pula berbagai cerita yang dipercaya sebagian masyarakat. Dalam episode Kata Mereka kali ini, Robby Purba mengulas sisi lain Tari Jaipong.
Tarian satu ini kerap dikaitkan dengan unsur spiritual dan kepercayaan lokal. Dalam budaya Sunda, kepercayaan terhadap roh leluhur atau karuhun masih hidup di masyarakat.
Sebelum pementasan besar, sering kali dilakukan doa bersama sebagai bentuk penghormatan. Ritual ini dipercaya untuk menjaga kelancaran pertunjukan dan menghindari gangguan yang tidak diinginkan.
Para penari pun memiliki pantangan yang harus dijaga. Mereka tidak diperbolehkan berkata kasar, bersikap sombong, atau memiliki niat buruk sebelum naik panggung.
Pemain gendang sebagai pengiring utama juga dipercaya harus dapat menjaga sikap, karena gendang dianggap memiliki energi tersendiri. Masyarakat percaya, jika pantangan dilanggar maka penari bisa mendadak lupa gerakan.
Mereka akan merasa tubuhnya berat, bahkan mengalami kesurupan di atas panggung. Ada pula kisah tentang suara gamelan yang tiba-tiba terdengar sumbang tanpa sebab teknis yang jelas.
Robby Purba juga menyinggung legenda tentang selendang merah yang diwariskan turun-temurun di salah satu sanggar Jaipong. Konon, pada awal perjalanannya selendang tersebut milik seorang ronggeng.
Kabarnya, ronggeng itu meninggal secara misterius setelah pertunjukan besar. Sejak saat itu, muncul cerita bahwa selendang itu menyimpan 'energi' dari sang penari yang terakhir kali menggunakannya.
Beberapa penari yang menggunakan selendang itu mengaku gerakannya terasa lebih luwes, seolah ada yang membimbing. Namun terdapat beberapa pantangan yang perlu diperhatikan.
Jika dipakai tanpa izin atau tanpa doa, maka selendang itu justru terasa berat dan membawa gangguan. Bahkan ada yang mengaku melihat bayangan perempuan berambut panjang di cermin ruang rias.
Robby Purba menegaskan, terlepas dari percaya atau tidak, cerita-cerita tersebut lahir dari nilai penghormatan terhadap budaya dan tempat pertunjukan.
“Yang penting bukan soal takut atau tidak, tapi bagaimana kita menjaga sikap dan menghormati ruang,” ujarnya.
Robby Purba menambahkan, budaya tidak hanya diwariskan lewat gerakan, tetapi juga lewat etika dan cara kita memperlakukan tradisi itu sendiri.
Kisah tentang selendang merah ini bisa Anda tonton selengkapnya di segmen Kata Mereka channel YouTube @robbypurbaofficial.**
(SIS)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri