JAKARTA - Bagi Debby Lufiasita, 24 jam sehari rasanya harus dibagi dengan sangat cermat. Perempuan kelahiran Karawang, 9 Oktober 1992 yang aktif menyapa pengikutnya di Instagram @lufiasita ini, tidak hanya dikenal sebagai produser musik, tetapi juga seorang mahasiswa dan pengusaha yang sibuk. Di tengah jadwal kuliah dan mengelola bisnis konsultan, Lufiasita justru menemukan harmoni dalam kesibukan tersebut.
Lufiasita adalah definisi nyata dari modern multi-hyphenate. Selain memimpin PT. Ulasan Pena Indonesia, ia juga menjalani peran sebagai konsultan PR, pemilik label rekaman Nueve Records, hingga mengurus perkuliahan. Baginya, semua peran ini memiliki satu benang merah yang kuat: dunia kreatif.
"Selain bikin musik, aku juga kuliah. Di luar itu punya usaha kecil-kecilan, label sendiri, serta jasa konsultan event dan PR. Semuanya masih berkaitan dengan dunia kreatif," ujar Lufiasita memaparkan kesibukannya.
Musik sebagai Bahasa Komunikasi Latar belakangnya yang kuat sebagai ahli Public Relations selama satu dekade memberikan warna berbeda pada karya musiknya. Lufiasita tidak melihat musik sekadar hiburan, melainkan sebuah media komunikasi yang lebih dalam.
"Bagi saya, menulis lagu adalah bentuk lain dari komunikasi, namun dengan cara yang lebih emosional dan personal," jelasnya. Filosofi inilah yang ia tuangkan dalam lebih dari 10 karya yang telah dirilis di berbagai platform digital, termasuk lagu-lagu hits kolaborasi seperti "Bintang" dan "Still the Same" bersama HalloMumu, serta "You" bersama 6 am Club.
Visi Kolaborasi dan Pendidikan Di bawah bendera Nueve Records, Lufiasita tidak ingin sukses sendirian. Visinya adalah menciptakan ekosistem di mana musisi muda bisa tumbuh. Ia ingin membuka ruang bagi talenta baru untuk saling menguatkan di industri yang seringkali dinilai keras ini.
"Aku ingin karyaku bisa didengar lebih luas, sekaligus membuka ruang untuk musisi-musisi muda lainnya agar bisa tumbuh bersama," tambahnya.
Menutup perbincangan, Lufiasita membocorkan sedikit rencananya di tahun 2026. Ia tengah menggarap proyek eksperimental yang menggabungkan kekuatan narasi dan musik, yakni memadukan puisi tulisannya dengan komposisi melodi. Sebuah langkah berani yang menegaskan posisinya bukan hanya sebagai pebisnis, tetapi juga seniman yang terus berevolusi.
(kha)