Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ternyata Lagu I Will Fly Milik Ten2Five Diciptakan untuk Penyiar V Radio

Niko Prayoga , Jurnalis-Minggu, 08 Februari 2026 |21:28 WIB
Ternyata Lagu <i>I Will Fly</i> Milik Ten2Five Diciptakan untuk Penyiar V Radio
Ten2five
A
A
A

JAKARTA - Bagi masyarakat yang sering mendengarkan lagu-lagu Ten2Five mungkin sudah tidak asing dengan melodi manis lagu "I Will Fly" yang cukup hits sejak dirilis tahun 2004 bahkan hingga saat ini. Namun siapa sangka, di balik liriknya yang romantis, tersimpan kisah perjuangan cinta jarak jauh sang founder sekaligus bassist Ten2Five, Arief Winarto yang dipicu oleh krisis moneter.

Hal itu terungkap saat vokalis Ten2Five, Imela K. Soetman mengumumkannya di atas panggung Music Zone Okezone yang digelar dalam rangka HUT V Radio ke 15 di Gandaria City pada Sabtu (7/2/2026). “Jadi sebenarnya lagu I Will Fly ini adalah lagu LDR. Arief menciptakan lagu ini karena kangen sama pacarnya di Indonesia. Jadi diciptakan di Australia di Perth Hotel,” ungkap Imela.

Ia menyebut bahwa lagu itu tercipta saat Arief merasakan rindu mendalam terhadap kekasihnya yang ternyata seorang penyiar V Radio. Saat itu, Arief dan kekasihnya terpaksa harus menjalani hubungan jarak jauh. “Nah, spesial sebenarnya cewek yang dituju lagu ini itu adalah seorang penyiar di V Radio. Pokoknya si perempuan ini yang di kangenin sama Arief dulu itu sebenarnya,” tambah dia.

Founder sekaligus bassist Ten2Five, Arief Winarto, saat dirinya menempuh studi di Perth, Australia, ia tidak bisa pulang ke Indonesia akibat krisis moneter tahun 1998. Hal itu membuatnya terpaksa tertahan di Negeri Kanguru dan memaksa untuk memendam rindu kepada sang kekasih.

"Dulu aku sekolah di Perth. Karena krismon saat itu, jadi nggak bisa balik ke Jakarta. Jadi kita anak band pengangguran di Australia. Terciptalah ide untuk bikin lagu kangen," kata Arief saat diwawancarai usai gelaran Music Zone Okezone.

Ia menuturkan, lagu tersebut dibuat setelah dirinya melakukan sambungan telepon internasional yang mahal, notasi lagu tersebut muncul seketika di kepalanya. "Zaman dulu kan kalau nelpon ke luar negeri mahal, cuma bisa sebentar. Habis nelpon, kangen banget, terus muncul notasi-notasi itu. Langsung dinyanyiin, diingat, terus ditulis," tambah dia. 

Arief menceritakan bahwa sang kekasih saat itu merasa sangat tersanjung saat mengetahui lagu tersebut diciptakan khusus untuknya. “Kalau istilahnya zaman dulu klepek-klepek ya standar para remaja pada saat itu umumnya lagi mana sih?,” tutur Arief.

Setelah lulus kuliah, Arief kembali ke Jakarta dan membawa materi lagu tersebut. Meski sempat mengalami pergantian vokalis di awal pembentukan band, lagu "I Will Fly" akhirnya menemukan suaranya melalui Imela dan meledak di pasaran, hingga menjadi salah satu lagu bertema cinta paling ikonik di Indonesia.

“Habis itu baru pindah ke Jakarta. Setelah kita lulus ya, aku lulus balik sebelum aku sama Robin sama Poltak. Terus vokalisnya keluar karena mau berkarir. Ketemu sama Imel kasih tahu deh lagunya yang viral,” beber dia.

Kini, setiap kali "I Will Fly" diputar, pendengar tidak hanya menikmati musik yang ringan, tetapi juga sebuah monumen rasa rindu seorang perantau untuk kekasih hatinya di Jakarta.
 

(kha)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement