JAKARTA - Samira Farahnaz alias Dokter Detektif (Doktif) akhirnya buka suara terkait dugaan dirinya sengaja menyindir Richard Lee dengan menjalani pemeriksaan kasus pencemaran nama baik dari atas kursi roda dan tangan terinfus.
Kepada awak media, Doktif menegaskan, datang ke Polres Metro Jakarta Selatan memakai baju pasien rumah sakit, dengan kursi roda dan tangan diinfus karena kondisi kesehatannya sedang drop.
“Tolong ya, ini bukan untuk menyindir siapa-siapa. Doktif memang lagi drop. Bedanya dengan DRL, Doktif tetap berusaha kooperatif dengan hadir pemeriksaan meski sedang sakit. Saya taat hukum,” katanya, pada 22 Januari 2026.
Doktif mengungkapkan, memang punya riwayat sinusitis yang kerap kambuh saat kondisi kesehatannya drop. Hal itu pula yang membuatnya harus mendapat perawatan. Alih-alih khawatir menghadapi pemeriksaan, Doktif justru mengkhawatirkan Richard Lee.
“Kalau dibilang pusing, mungkin ya pusing. Tapi pusingnya itu mikirin sesama teman sejawat. Kok rasanya Doktif itu tega banget ya, melaporkan seorang DRL dengan ancaman 12 tahun plus 5 tahun,” ucapnya.
Menurut Doktif, ancaman hukuman tersebut bukan hal yang ringan dan menjadi beban psikologis tersendiri baginya. “Sebagai sesama dokter, ada rasa enggak tega. Itu yang justru membuat tekanan batin bagi Doktif sendiri.”*
(SIS)