Bicara Panji Koming pasti bicara Dwi Koen sang penciptanya. Nama ini sangat lekat satu sama lain bagaikan perangko. Tokoh kartun di edisi minggu Harian Kompas itu digambarkan sebagai tokoh yang lugu, polos, tapi cerdik dan sarat kritik sosial yang sering membuat telinga memerah.
Ternyata, nama Panji Koming juga moncer alias terkenal di dunia manca setelah dinobatkan sebagai tokoh kartun wilayah ASEAN.
Tokoh Panji Koming ini muncul atas saran kartunis senior G.M Sidharta. Panji Koming kemudian muncul di edisi minggu sejak 14 Oktober 1979 hingga 18 Agustus 2019. Selain berarti ‘Kompas Minggu', Koming juga berarti bingung atau gila.
Saat hendak membuat Panji Koming, pemilik nama Dwi Koendoro Brotoatmojo melakukan riset dulu. Tak terlalu khusus, hanya berusaha menyambungkan cerita, kata Dwi Koen di suatu kesempatan. Idenya berasal dari berbagai isu dan persistiwa yang berkembang dalam masyarakat.
Meski seting cerita zaman Majapahit, Dwi Koen menganalogikan masa tersebut dengan kondisi Indonesia masa kini, utamanya masa Orde Baru dan sesudahnya. “Saya mau menyindir perilaku yang tidak manusiawi dengan bahasa yang tidak terlalu vulgar, dengan canda,”ujarnya.
Komik, kata Dwi Koen punya magic, karena itu dia menekuni dunia ini. “Komik mempunyai the magic of picture and spoken words,”katanya dalam satu wawancara. Komik juga, katanya, punya persoalan sendiri yang khas dibanding dengan karya lain. Bagi dia, gambar komik harus detail dan mampu menampilkan ekspresi fisik maupun psikis tokohnya.
Dwi Koendoro, pengarang komik Panji Koming ini mengembuskan napas terakhir pada Kamis (22/8/2019) sekitar pukul 3.14 WIB dini hari. Jenazah Dwi Koendoro akan disemayamkan di rumah duka di kawasan Bintaro Jaya Sektor 4. Pria yang akrab disapa dengan panggilan Dwi Koen ini meninggal dunia dalam usia 78 tahun.
(ABD)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri