Ternyata Juara Film Terbaik FFI 2017 Sudah Digarap Sejak 2009

Sumarni, Jurnalis · Senin 13 November 2017 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 13 206 1812911 ternyata-juara-film-terbaik-ffi-2017-sudah-digarap-sejak-2009-5J3L4nPROB.jpg Darius Sinathrya (Foto: Sumarni/Okezone)

MANADO - Trofi Film Terbaik Festival Film Indonesia nampaknya memang layak diraih oleh film Night Bus. Bagaimana tidak, film yang dibintangi oleh Teuku Rifnu Wikana hingga Yayu Unru ternyata sudah digarap sejak delapan tahun silam.

Baca juga: Ayu Dewi Bangga Putrinya Lancar Lakukan Program Agama di Sekolah

Rifnu sudah mencanangkan soal ide jalan cerita Night Bus semenjak 2009. Untuk penggarapan skenario sendiri dijelaskan oleh Darius Sinathrya selaku produser, setidaknya memakan waktu sampai enam tahun.

"Teuku Rifnu Wikana punya cerita ini dari 2009, masih sebatas dongeng, monolog. Lalu 2011 dibikin jadi cerpen, judulnya 'Selamat', maka skenarionya merupakan adaptasi dari cerpen," jelas Darius dalam jumpa media usai FFI 2017.

"Pada 2012 ditulis, sampai 2016 saya masuk, gabung itu udah draft dua. Lalu kami berproses sampai 2015 itu draft enam, final draft. Jadi, lumayan panjang kan dari 2009-2015. Setelah itu kita fokus untuk mengejarkan visual effect itu sampai 2017, sampai tayang," sambungnya.

Bukan hanya penulisan skenario yang panjang, Darius mengungkap setidaknya ada ratusan orang yang terlibat dalam produksi kali ini. Demi menghasilkan karya yang berkualitas, tim belakang layar Night Bus pun rela mengerahkan seluruh kemampuan untuk film ini.

"Kita semua sutradara, penulis, Rifnu sebagai aktor dan penulis ide ceritanya juga, saya sebagai produser jadi kerja keras semua orang yang terlibat, yang menghabiskan hari demi hari begadang sepanjang malam untuk menyelesaikan syuting ini. Dan yang duduk di meja editing, kita melibatkan semua orang," imbuhnya.

Berbeda dengan lainnya, Night Bus justru menghadirkan kisah yang di luar dugaan. Para penumpang yang berada di dalam bis harus terlibat kejadiaan yang cukup mencekam. Perjalanan mereka di daerah konflik pun bisa memicu adrenalin para penonton.

Baca juga: Terinspirasi Siwan, Hong Jong Hyun Siap Wamil pada 2019


Meski usung konsep thriller yang jarang diangkat layar lebar Tanah Air, Darius mengungkap sejauh ini belum ada film yang serupa seperti Night Bus di luar negeri.

"Engga ada. Karena kita bikin film yang berbeda. Saya pikir itu ditanykan ke sutradaranya yah. Tapi dalam diskusi kita percaya kekuatan ide cerita dari Rifnu," jelasnya.

FFI 2017 sendiri sukses digelar pada Sabtu malam 11 November 2017 di Grand Kawanua International City Hotel Novotel, Manado, Sulawesi Utara. Hajatan besar-besaran perfilm-an Indonesia ini sudah memberikan 22 buah penghargaan dan satu buah penghargaan khusus.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini