JAKARTA - Sutradara Awi Suryadi mengakui jika karya terbarunya, Street Society merupakan film terberat yang pernah ia garap. Sebanyak 13 film telah ia garap, namun kali ini ia di luar zona amannya.
Sebelumnya ia banyak mengarap film drama dan komedi, yang terakhir adalah Kawin Kontrak 3.
"Ini tantangan terbesar bagi saya," ucap Awi, di kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta, Jumat, (7/2/2014)
Apalagi, ia harus berkoordinasi dengan pemerintah dan aparat kepolisian untuk membuat jalan steril. Tak tanggung-tangung, jalan protokol di kawasan Jakarta ia gunakan dalam film yang menelan biaya produksi Rp18 miliar itu.
"Jadi, kami harus menunggu hingga larut malam baru bisa take. Belum lagi kondisi lokasi seperti Pelindo dan Jembatan Suramadu. Semua itu perlu koordinasi yang baik dan melibatkan banyak pihak," jelasnya.
Selain itu dari segi teknis juga menjadi salah satu kendala. Apalagi, teknologi di Indonesia masih minim untuk mengambil gambar dengan kecepatan tinggi.
"Di luar negeri yang sudah terbiasa syuting adegan kebut-kebutan, ada yang namanya pursuit system, di mana mobil dengan kecepatan tinggi sudah di-rigged dengan sedemikian rupa sehingga kamera bisa dikendalikan dengan stabil melalui remote control. Tracking vehicle ini belum avalaible di Indonesia, jadi kami mengakali dengan me-rigging mobil yang disediakan dengan pipa-pipa alumunium hingga operator kamera bisa aman meng-operate kamera," lanjutnya.
Film Street Society dibintangi oleh Marcell Chandrawinata, Chelsea Elizabeth, Wulan Guritno, Ferry Salim, Senk Lotta. Film garapan Awi Suryadi ini akan dirilis di bioskop Indonesia pada tanggal 20 Februari 2014.
(rik)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri