Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

HUT Ke-65, Jaya Suprana Beri Kado untuk Ayla

Tomi Tresnady , Jurnalis-Rabu, 29 Januari 2014 |01:09 WIB
HUT Ke-65, Jaya Suprana Beri Kado untuk Ayla
Jaya Suprana rayakan HUT ke-65 dengan konser mini di Jaya Suprana School of Performing Arts, Mal of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin 27 Januari 2014 (Foto: Tomi/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Jaya Suprana dikenal sebagai pianis, komponis, penulis, kartunis, kelirumolog, humorolog, filantropis, pemerhati masalah sosial, budayawan, pengusaha, presenter televisi, dan segudang bakat lainnya kini sudah menginjak usia 65 tahun, terhitung sejak kelahirannya pada 27 Januari 1949.
 
Di ulang tahunnya, pria berkepribadian unik itu justru memberikan kado kepada Aylawati Sarwono atau Ayla, berupa konser mini di Jaya Suprana School of Performing Arts di Mal of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara, tepat di hari ulang tahunnya, senin kemarin.
 
“Itu terima kasih saya kepada Ibu Ayla karena sudah mendukung saya dalam kegiatan kebudayaan yang saya lakukan, tak mungkin tanpa beliau bisa berjalan seperti MURI, bikin sekolah, pagelaran wayang orang di mancanegara, dan pergelaran konser-konser saya di mancanegara karena didukung Ibu Ayla,” ungkapnya.
 
Oleh karenanya, ia sengaja memberikan sesuatu yang orang lain tidak bisa memberikannya.
 
“Kalau orang lain kalau belikan mobil mewah bisa saja, maka itu saya persembahkan rasa terima kasih,” katanya.
 
Pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) ini memainkan repertoar sebanyak 18 lagu. Di mana lagu-lagu itu dibuat dari hasil pengembaraannya ke pelosok Indonesia hingga seluruh dunia.
 
 
“Ada 18 lagu masing-masing pencarian saya terhadap musik di Indonesia maupun di dunia yang kemudian saya gabung menjadi satu siklus,” ungkapnya.
 
Dari pencarian di jalur pribadi menelusuri belantara kebudayaan nusantara, Jaya memperoleh inspirasi dari musik gamelan Jawa, Bali, Sunda, Melayu, Batak, Maluku, keroncong, dan dangdut.  
Sedangkan pengembaraannya di jalur akademis kebudayaan barat, dia memperoleh wawasan teknik komposisi musik era barok, klasik, romantik, impresionis, bitonal, atonal, aleatorik, dodekafoni, hingga blues.
 
Jaya mengagumi karya-karya komponis yang berhasil membuatnya bersemangat berkarya, antara lain Bach, Beethoven, Brahms, Chopin, Skriabin, Penderecki, Ligti, Gould, Gulda, Ki Nartosabdho, Anjar Ani, Ismail Marzuki, Manthous, Titiek Puspa, Melly Goeslaw, Suka Hardjana, hingga Iravati Sudiarso.
 
Ke-18 lagu yang dimainkannya dalam tema Untuk Ayla I-XVIII, yakni: “Prelude”, “Walsa”, “Rumba”, “Balada”, “Kidung I”, “Kidung II”, “Dangdut”, “Interlude I”, “Interlude II”, “Halusinasi”, “Lenggang”, “Degung”, “Kroncong”, “Blues”, “Tembang”, “Nina Bobo”, “Impresi”, dan “Epilude”.
 
Pria bertubuh subur ini juga dikenal punya hubungan harmonis dengan berbagai tokoh politik, kesenian dan agama. Tak heran beberapa tokoh seperti ekonom Rizal Ramli, ekonom Kwik Kian Gie, pengusaha Oesman Sapta, pemusik Setiawan Jodi, hingga tokoh Front Pembela Islam yang kontroversial Habib Selon turut hadir di ulang tahunnya.

(tre)

Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement