Perjuangan Herjunot Belajar Bahasa Makassar demi Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk

Alan Pamungkas, Jurnalis · Minggu 15 Desember 2013 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2013 12 15 206 912550 2nle1ep3Ri.jpg Herjunot Ali (Foto: Edi Hidayat/Okezone)

JAKARTA - Mahbub Herjunot Ali atau akrab disapa Junot (28) memerankan tokoh Zainuddin di film Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk adaptasi dari novel roman karya Buya Hamka. Jika biasa berperan sebagai badboy, kali ini kita akan melihat Junot sosok pria lugu yang berasal dari suku Bugis dari Makassar.

Junot tak ingin tampil apa adanya, ia mengaku harus berlatih logat dan tata cara berbicara seperti layaknya orang Bugis.

"Kita kerja selama enam bulan. Kita ada reading, sama teaching coach untuk memberikan feedback kepada karakter. Saya juga berkerja sama dengan para pemain profesional, dialek Makassar merupakan dialek yang sulit di-copy," ungkap Junot saat ditemui di XXI Plasa Senayan, Sabtu (14/12/2013).

Yang membuat Junot kelimpungan di mana ada scene dirinya harus monolog panjang di bagian akhir film. Ia harus menghapalkan enam halaman skrip dengan logat Makasaar.

"Adegan yg menarik sebelum kapal tenggelam ada dialog script yang harus saya hapal sebanyak enam halaman. Itu bukan dialog tek tok, tetapi kita saya harus hapal semua dan diambil one shoot," lanjut Junot.

Biar sukses memerankan tokoh Zainuddin, Junot harus bermain dan berkumpul dengan orang Makassar. Sela tiga bulan full ia latihan untuk belajar logat itu.

"Sulit banget bahasa Makassar untuk kita kuasai.  saya butuh waktu tiga bulan, kita harus dikelliingi oleh orang-orang yang bisa bahasa Makassar," tutup Junot.

Filmografi:

- Lovely Luna (2004)

- Realita, Cinta dan Rock'n Roll (2006)

- Gara-gara Bola (2008)

- Di Bawah Lindungan Ka'bah (2011)

- 5 cm (2012)

Sinetron:

- Di Sini Ada Setan

- Soul Mate

- Bawang Merah Bawang Putih

(tre)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini