nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lewat Tengah Malam, Prodigy "Bakar" Emosi Penonton

Maria Cicilia Galuh, Jurnalis · Minggu 17 Maret 2013 18:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2013 03 17 391 777169 7HWZX1ZdI5.jpg

SEPANG - Prodigy band yang beraliran big beat, dance-punk, alternative dance, electronica, hardcore techno, breakbeat hardcore, dan rave termasuk musisi yang sangat dinantikan di Future Music Festivale Asia (FMFA) 2013 yang digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia, di hari kedua, Sabtu 16 Maret 2013.

Namun, penampilan Prodigy berbarengan dengan Bloc Party saat jam menunjukkan pukul 01.00 waktu setempat atau sudah masuk hari Minggu.

Bukan masalah bagi pengunjung FMFA, malah venue di depan panggung Prodigy banyak penontonnya. Membuka penampilannya, Prodigy langsung panaskan penonton dengan lagu hit "Firestarter" yang masuk dalam album ketiga The Fat of the Land (1997).

Ribuan orang yang menyaksikan band asal Inggris itu langsung histeris sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya.

Prodigy tampil dengan suasana gothic. Vokalis Liam Howett tanpa make up dan tampil memakai kaos kutang. Tata lampu didominasi warna merah. Beberapa kali dibarengi dengan asap yang membuat suasana semakin bertambah "angker" dengan musiknya yang gelap.

Energi musik Prodigy yang punya ciri khas menderu-deru juga menyebar ke seluruh penonton yang hadir. Walau sudah tak muda lagi, Liam masih seperti penampilannya era 90-an. Prodigy berhasil bikin emosi pentonton meletup-letup hingga konser berakhir.

Selama kurang lebih satu jam pemilik lima album itu (terakhir album Invaders Must Die rilis 2009) menghibur penggemarnya dengan beberapa hits, seperti "One Love", "No Good", "Voodoo People", "Poison, "Eagle Break", "Jetfighter", "Thunder", "Omen Reprise", Invaders Must Die" dan "Breathe".

Musik ala Prodigy sempat jadi mainstream di era 1990-an hingga 2000. Band yang sekarang diawaki Liam Howlett, Keith Flint, dan Maxim Reality ini sudah menjual sekira 25 juta keping album fisik di seluruh dunia. Mereka juga meraih beberapa penghargaan seperti dari Brit Awards meraih Best British Dance Act twice, tiga piala dari MTV Video Music Awards, dua piala Kerrang! Awards, lima piala MTV Europe Music Awards, dan dua kali dinominasikan di Grammy Awards.

(tre)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini