JAKARTA – Jimmy Van Houten, anak gitaris band legendaries D’lloyd Barce Van Houten memberikan alasan digelarnya konser Tribute to D’lloyd di Balai Sarbini, Jakarta, Jumat 28 September 2012. Salah satunya, penjualan vinyl (piringan hitam) D’lloyd cukup laris, bahkan melebihi Koes Plus di era 1970-an.
“Ide awalnya dari saya sendiri. Jadi saya itu sempat mengecek hasil penjualan piringan hitam (vinyl) musik 1970-an, ternyata di peringkat pertama penjualan tertinggi itu D"lloyd bukan Koes Plus,” kata Jimmy saat berbincang dengan media di Jakarta, belum lama ini.
Jimmy tak mengerti mengapa D’lloyd tidak pernah mengadakan konser tribute sejak dulu.
“Nah, kok kami (D'lloyd) malah adem ayem saja. Padahal kalau kita lihat Koes Plus sudah lima kali bikin konser tribute, Panbers sudah tiga kali konser tribute,” ungkapnya.
Dari data itu, Jimmy merasa yakin jika konser Tribute to D’lloyd bisa mendapat respon yang baik dari penggemarnya.
“Tadinya mau ada charity (untuk keluarga D'lloyd yang sudah meninggal) juga, tapi permintaan televisi supaya acara tribute-nya saja yang ditekankan di sini,” paparnya.
Dia lalu menghubungi beberapa artis yang bisa turut memeriahkan tribute, di antaranya Ermi Kulit, Victor Hutabarat, Yopie Latul, Iga Mawarni, hingga Pentaboyz.
“Kita bersyukur 80 persen merespon, bahkan memang ingin berpartisipasi,” ujarnya.
D’lloyd kini menyisakan personel Barce van Houten (vokal), Chairul (drum), dan Yuyun G (saksofon). Di tribute nanti, Jimmy belum bisa menjelaskan kejutan seperti apa yang akan disuguhkan personel D’lloyd.
Beberapa tembang yang akan dibawakan kembali, yakni "Seputar Dunia", "Cinta Hampa", "Sepanjang Lorong yang Gelap" hingga "Titik Noda". Untuk music director nantinya dipercayakan kepada musisi Jimmy Manoppo.
(tre)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri