Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hanung Bramantyo Diminta Koordinasi dengan GPNU

Amir Tejo , Jurnalis-Jum'at, 15 April 2011 |14:08 WIB
Hanung Bramantyo Diminta Koordinasi dengan GPNU
Hanung Bramantyo (Foto:Koran SI)
A
A
A

SURABAYA - Gerakan Penyelamat Nahdlatul Ulama (GPNU) menentang rencana Hanung Bramanyto membuat sekuel film Sang Pencerah. Jika Hanung tetap akan membuat film, dia diminta berkoordinasi dahulu dengan GPNU.

Sekuel film Sang Pencerah bercerita tentang pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari. GPNU khawatir kekurangpekaan Hanung dalam isi materi film hanya akan mengundang kontrovesi hingga menimbulkan keresahan warga Nahdliyin.

Ketua GPNU M Khoirul Rijal mengatakan, membuat film tidak bisa dinilai hanya dari segi estetika. Ketepatan cerita menjadi pertimbangan utama, apalagi ini merupakan film sejarah. Sebab, kalau ada sedikit ketidakpuasan bahkan kontroversi dari kelompok masyarakat, film akan ditolak dan akan kehilangan penonton.

"Jika memang Hanung tetap memaksakan akan membuat film sekuel tentang KH Hasyim Asy'ari, GPNU meminta Hanung terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Pengurus PBNU, serta keluarga KH Hasyim Asy'ari di Ponpes Tebuireng tentang isi materi skenario," ucap Khoirul.

Dia menegaskan kepada suami Zaskia Adya Mecca itu bahwa koordinasi penting supaya isi film tidak melenceng dari fakta yang terjadi.

"Koordinasi itu penting karena film seperti ini sudah menyangkut soal ajaran yang disampaikan Rois Akbar NU itu," imbuhnya.

Kekhawatiran GPNU akan sekuel Sang Pencerah setelah melihat film ? besutan Hanung yang menuai protes dari Banser Jawa Timur karena Hanung salah menginterpretasikan Banser, organisasi di bawah Nahdlatul Ulama (NU), sebagai sebuah profesi.

"Ini kan bukti kedangkalan pengetahuan Hanung soal isi materi yang disajikan sehingga terkesan merendahkan institusi Banser," papar Khoirul.

(ang)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement