JAKARTA - Dewiq sangat produktif sekali dalam menciptakan lagu. Dia mengungkapkan, lagu pertama kali yang dibuatnya adalah ketika orangtuanya bercerai saat masing di bangku SD.
“Pertama bikin lagu itu waktu orangtuaku cerai saat kelas enam SD. Waktu itu, depresi anak kecil. Jadi sok-sokan bikin lagu. Lagunya juga belum dijudulin,” ujar Dewiq di Hard Rock Cafe, EX Plaza, Jakarta Pusat, Senin (18/10/2010).
Perjuangan seorang Dewiq agar lagunya bisa dinyanyikan oleh penyanyi di Indonesia tidaklah semudah membalikkan tangan. Kata dia, saat itu lebih baik menjemput bola ke label-label besar, tanpa ada kata lelah.
“Dulu gue kerjaannya bawa ransel ke Blackboard, terus ke mana-mana. Gue ketemu Desy Ratnasari, gue iseng kasih demo ah. Waktu itu juga Shaden saat di Musica, iseng-iseng gue kasih CD-nya ke Bu Acin (Produser Musica), lagunya yang Dunia Belum Berakhir. Itu yang pertama kali dinyanyikan sama penyanyi dan lumayan ngehits,” tuturnya.
Dia menuturkan, dirinya sampai saat ini tak pernah melupakan jasa Pay, mantan suaminya, yang kini sudah dianggap abang oleh Dewiq. Pay adalah sosok penting dalam kariernya sampai saat ini.
“Yang jelas, Pay sejak bertemu dia memberi pengaruh banyak sama gue. Gue melihat Pay dari mulai bikin lagunya sampai cara jaming-nya gue perhatiin. Gue kan juga penggemar Slank yang dulu. Gue terpengaruh sama liriknya yang apa adanya. Jadi, gue nulis seperti Pay,” ujar Dewiq.
“Saat gue terjun jadi pencipta lagu, Pay cuma pesan, ‘Lo gimana mau bawa mobil jip kalau lo sendiri enggak pernah bawa mobil jip',” ungkapnya.(tom)
(uky)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri