LONDON- Sang guru punk rock asal Inggris, Malcolm McLaren meninggal dunia. Dia didiagnosa mengidap kanker mesothelioma langka yang memang sudah lama "hidup" dalam tubuhnya.
McLaren adalah seorang ikon yang menggembar-gemborkan kepada dunia bila dirinya telah menciptakan punk rock dan mentenarkan Sex Pistols. Dia meninggal di usianya yang ke-64.
"Itu adalah hari yang menyedihkan. Dia telah menderita kanker selama beberapa waktu. Tapi baru-baru ini dia telah sehat, kemudian dengan cepat kembali memburuk. Kami berharap tubuhnya dibawa kembali ke London dan dimakamkan di Highgate Cemetery," tukas vokalis Sex Pistols John Lydon, dikutip dari TheSun, Sabtu (10/4/2010).
Dikatakan Lydon, McLaren akhirnya menyerah di sebuah rumah sakit Swiss, di mana dia dirawat. Agen McLaren, Les Molloy mengungkapkan bila teman-teman dan keluarga yang mengetahui hal tersebut menjadi "shock".
Seperti diketahui, impresario legendaris yang meninggal kemarin ini mencapai ketenarannya ketika anti-pembentukan band tunggal, God Save The Queen, mencetak hits nomor satu Her Majesty's pada 1977.
Selain sukses membangun Sex Pistols, McLaren yang drop out dari sekolah seni ini berhasil menjadi perancang toko seks, New York Dolls, dan mulai menjual kepiawaiannya dalam bermusik. Hal ini kemudian menjadi titik fokus dirinya menjadi seorang punk.
McLaren kemudian mulai mengelola band Inggris yang kemudian Sex Pistols dan memicu kontroversi dengan hits brutalnya seperti Anarchy In The UK. Seorang guru dari perusahaan rekaman pun mengatur agar kelompok tersebut menandatangani kontrak rekaman di luar Istana Buckingham.
(uky)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri