Image

Pembunuh Alda Risma Dapat Remisi karena Suap Miliaran?

Tomi Tresnady, Jurnalis · Selasa 18 November 2008, 18:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2008 11 18 33 165425 wZNl0CFEEj.jpg Ibunda Alda, Halimah (Foto:Johan/Okezone)

JAKARTA - Alda Risma telah lama berpulang ke pangkuan Illahi. Tapi, namanya masih terus terseret perkara hukum. Muncul dugaan, pembunuh Alda dapat remisi karena menyuap ibunda Alda puluhan miliar.

Dugaan itu muncul karena saat pembunuh Alda, Ferry Surya Prakasa, masih menjalani sidang, Halimah (ibunda Alda) disuap Ferry Rp20 miliar. Uang suap itu disampaikan melalui paman Alda, Faisal Riza. Namun, kala itu suap ditolak dan Ferry pun dipenjara.

Sekarang, muncul lagi isu suap karena mendadak Ferry mendapat remisi (pengurangan hukuman) dua tahun. Padahal, sesuai keputusan pengadilan pada 9 Agustus 2007, Ferry dijatuhi hukuman penjara 15 tahun.

"Saya pikir suap yang sekarang lebih dari Rp20 miliar. Antara keluarga korban dan pelaku sudah ada perdamaian. Remisi dua tahun itu terlalu banyak," ungkap anggota Tim Pencari Fakta (TPF) untuk Alda, Mustofa B Nahrawardaya, yang ditemui okezone di Jalan Hang Lekir X No 9, Jakarta Selatan, Selasa (18/11/2008).

Herannya, TPF yang terdiri atas empat orang, yakni Mustofa B Nahrawardaya, Farhat Abbas, Rihat Hutabarat, dan diketuai Warsito Sanyoto, seolah terbelah menjadi dua kubu.

Warsito diduga ikut menikmati uang suap yang diterima Halimah dari Ferry.

"Hari ini, Halimah menelepon Warsito. Dia bilang, jangan omong apa-apa sama pers. Halimah juga ngomong sama Farhat agar jangan bilang apa-apa. Dan setelah didesak keluarlah nama Teguh. Dia sudah menalangi dana untuk Halimah yang digunakan untuk kebutuhan keluarganya. Yang kita selidiki, Teguh ini orang Ferry atau bukan," jelas Mustofa.

Farhat menambahkan, dia curiga ada persekongkolan antara Halimah dan Warsito karena Warsito terlihat ketakutan.

"Warsito seperti ketakutan. Kenapa dia takut, ada apa? Bisa jadi, Warsito yang mendamaikan Halimah dan Ferry. Dia kan ketua TPF. Saya akan segera cek ke jaksa dan hakim. Saya ditugaskan TPF untuk menyelidiki kembali kasus ini," bebernya.

(ang)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini