JAKARTA - Luna Maya dan Maxime Bouttier mengunggah momen syukuran rumah baru mereka di Bali, pada 1 Oktober silam. Dalam adat Bali, tradisi tersebut dikenal sebagai melaspas dan dilakukan untuk menyucikan atau meminta perlindungan atas sebuah bangunan.
Bersama deretan foto tersebut, Luna menuliskan caption berbunyi: “A home is where the heart finds its peace. Rooted in tradition, embraced by timeless grace (Rumah adalah tempat di mana hati menemukan kedamaian. Berakar dari tradisi, tradisi ini dirangkul oleh keanggunan abadi.”
Postingan yang telah disukai lebih dari 21.000 kali itu kemudian ramai disoroti warganet yang berdebat terkait batas antara tradisi, budaya, dan ritual keagamaan. Sebagian menilai, Luna tak seharusnya menjalankan ritual agama lain.
“Terkadang, tanpa disadari, kita sudah menyekutukan Tuhan. Ini adalah salah satu contok syirik yang tak terasa,” ujar akun @lie***09. Akun @ni***en menambahkan, “Jangan campuradukkan tradisi Bali dengan agama Islam.”
Akun @ol***ata mengatakan, “Congrats, dear. Tapi mohon maaf, ikut mengingatkan sebagai sesama muslim. Adat dan budaya boleh kita hormati. Tapi kalau sudah masuk dalam ritual keagamaan, sebaiknya kita berhati-hati.”
Warganet lain terlihat mempertanyakan alasan sang aktris tidak menggelar pengajian sebagai ucapan syukur atas rumah barunya. “Bukannya menggelar pengajian, dia malah pakai sajen. Innalillahi wainna ilaihi raji’un.” kata akun @sh***ar.
Kritik serupa sebenarnya juga pernah dialami Jennifer Coppen saat menggelar syukuran rumah barunya di Bali, pada pertengahan April 2025. Kala itu, dia menjawab rasa penasaran warganet terkait alasan melakukan tradisi itu untuk rumah barunya.
“Bali adalah rumahku. Aku lahir dan besar di sini. Aku akan selalu mengingat dan menghargai tradisi di pulau ini,” ungkap sang influencer kala itu. Sementara Luna Maya, tak merilis klarifikasi apapun terkait alasannya menggelar melaspas ketimbang pengajian.*
(SIS)