JAKARTA - Dokter kecantikan Dokter Detektif (Doktif) kembali menjadi sorotan. Kali ini, dia menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada pengusaha Heni Sagara (HS) dan sang suami, Iwa Wahyudin.
Langkah ini diambil usai dirinya mendatangi langsung Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna mengklarifikasi berbagai polemik, mulai dari isu persaingan bisnis kotor hingga tudingan pabrik milik Heni Sagara sebagai pemasok merkuri dan mafia skincare.
Seteru Richard Lee itu mengakui bahwa tuduhan yang sempat dia lontarkan selama ini bermula dari informasi sesat dan hasutan pihak-pihak tertentu.
"Di sini Doktif menyampaikan beberapa pertanyaan selama ini... tentang pernyataan-pernyataan yang Doktif lontarkan yang menyudutkan nama Pabrik HS. Dokter mendengarkan juga bahwa sebenarnya yang disebut sebagai mafia skincare itu sebenarnya bukan arahnya ke Pabrik HS," ujar Doktif.
Merasa telah menyudutkan pihak yang keliru, Doktif pun melayangkan permohonan maaf secara tulus.
"Jadi di sini Dokter juga ingin mengucapkan kata maaf terhadap HS dan suaminya, mungkin yang pernah tersinggung. Karena mungkin Dokter terhasut atau terperdaya dengan ucapan beberapa orang yang Dokter sempat percaya," sambungnya.
Tak sekadar meminta maaf lewat pernyataan, Doktif juga berencana menemui Heni secara langsung.
"Doktif juga ingin menyampaikan permintaan maaf, dan sepertinya Doktif juga harus membuat janji bertemu—jika beliau berkenan—dengan HS untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Dan menyampaikan bahwa pabrik beliau ya aman-aman saja sebenarnya," lanjut Doktif.
Rasa sesal mendalam pun diungkapkan Doktif. Dia mengaku tak menyangka niat tulusnya mengedukasi masyarakat justru ditunggangi oleh oknum-oknum yang terlibat dalam persaingan bisnis.
"Dokter menyesal dan merasa begitu mudahnya menerima cerita dari orang-orang yang Dokter pikir amanah. Ada beberapa orang yang memang menggunakan Doktif, memanfaatkan untuk ikut di persaingan bisnis yang kotor, sementara Doktif tidak mengerti sama sekali soal itu," bebernya.
Peristiwa ini, kata Doktif, menjadi tamparan sekaligus pembelajaran berharga agar ke depan lebih berhati-hati dan tidak mudah menelan mentah-mentah setiap informasi yang dia terima.
(ant)