JAKARTA - Ruben Onsu memastikan, Betrand Peto akan bersikap kooperatif dalam kasus dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang dilaporkan seorang perempuan ke Polda Metro Jaya, pada 12 September 2026.
“Kami akan berusaha untuk tetap kooperatif dan memberikan keterangan serta melakukan hal-hal yang diperlukan dengan sebaik-baiknya,” katanya dikutip dari unggahannya di Instagram, pada Minggu (13/9/2026).
Ruben Onsu juga menjamin, pihaknya tidak akan menutup-nutupi apa yang sebenarnya terjadi dari publik. Namun begitu, dia juga berusaha mencari tahu permasalahan itu dari teman Betrand di lokasi kejadian.
“Tujuannya, agar saya mendapatkan informasi lebih lengkap atas apa yang terjadi untuk dapat memahami situasi sebenarnya,” kata presenter 43 tahun tersebut menambahkan.
Karena itu, Ruben Onsu meminta publik untuk tidak berspekulasi dan mengambil kesimpulan sepihak atas laporan polisi yang saat ini tengah menjerat Betrand Peto tersebut.
“Sekali lagi, kami memohon maaf atas adanya pemberitaan tersebut dan atas segala hal yang mungkin menimbulkan ketidaknyamanan. Terima kasih atas pengertian dan perhatian semuanya,” katanya.
Kasus dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual itu sebenarnya pertama kali diungkap oleh seorang netizen dengan akun @prass_iam04 di Threads, pada 12 September 2026.
Dalam utasnya, warganet tersebut mengatakan, seorang anak artis dan teman-temannya bikin rusuh di sebuah kelab malam. Anak artis itu kemudian diduga tak hanya melecehkan dan menganiaya korban, namun membuat kupingnya robek.
Akun @prass_iam04 itu dalam lanjutan utasnya kemudian mengatakan, korban tidak hanya dilecehkan dan dianiaya oleh BP dan teman-temannya, namun juga diduga kuat mengalami rudapaksa.
Saat ini, kasus dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual itu sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya, pada Sabtu (12/9/2026). Laporan polisi terkait kasus itu kemudian dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.*
(SIS)