The Sound Project: Bermula dari Acara Kampus, Kini Dihadiri 120 Musisi dan Ratusan Ribu Pengunjung

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis
Rabu 09 September 2026 21:13 WIB
The Sound Project
Share :

JAKARTA – The Sounds Project kembali sukses digelar selama tiga hari pada 7, 8, dan 9 Agustus 2026 di Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta. Mengusung tema Beyond Memories, lebih dari 120 musisi
Indonesia dan internasional tampil bergantian di tujuh panggung berbeda, menjadikan The Sounds Project Vol. 9 sebagai salah satu perhelatan musik terbesar tahun ini dengan total hampir ratusan ribu penonton selama tiga hari.

Sebuah pencapaian yang menunjukkan bagaimana musik masih memiliki kekuatan untuk mempertemukan begitu banyak orang dari beragam latar belakang dalam satu ruang, satu pengalaman, dan menciptakan sebuah festival yang begitu besar, meriah, dan berkesan.

The Sounds Project Vol. 9 menjadi momen yang istimewa bukan hanya karena deretan musisi yang tampil, tetapi juga karena rangkaian program grassroots yang melibatkan kampus dan komunitas. Berawal dari sebuah acara kampus kecil, The Sounds Project terus tumbuh hingga menjadi festival berskala besar tanpa meninggalkan semangat untuk memberikan ruang bagi generasi muda.

“Berawal dari sebuah acara kampus kecil, The Sounds Project terus tumbuh hingga menjadi festival berskala besar tanpa meninggalkan semangat untuk memberikan ruang bagi generasi muda. Dengan niat baik, semangat itu yang terus kami bawa hingga sekarang,” ujar Gerhana Banyubiru (Ghana) selaku Festival Director The Sounds Project.

Tahun ini, hampir 300 band dan komunitas dari seluruh Indonesia mendaftar untuk mendapatkan kesempatan tampil di TSP Squad Stage, membuka ruang bagi musisi pendatang baru dan band kampus untuk berbagi panggung. Semangat melibatkan generasi muda di balik layar sebuah festival juga hadir melalui program volunteer dan internship selama enam bulan, yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proses penyelenggaraan festival, mulai dari perencanaan hingga eksekusi.

Tidak hanya menjadi bagian dari penyelenggaraan, mahasiswa juga mendapat ruang untuk mengabadikan dan menceritakan festival melalui TSP Academy, yang menjaring fotografer kampus hasil kolaborasi dengan Live Avenue untuk mendokumentasikan berbagai momen sepanjang festival. Semangat yang sama turut hadir melalui kolaborasi dengan Pop Hari Ini lewat Kolom Kampus, yang mengajak mahasiswa merasakan pengalaman menjadi jurnalis musik. 

Dengan dua pilihan tema, yaitu “Cerita di Balik Festival Musik” dan “Musik Lokal dan Kehidupan Kampus”, program ini menjaring sekitar 50 tulisan mahasiswa selama periode submission 15 Mei sampai 15 Juni 2026. Tiga penulis terpilih, berkesempatan meliput langsung The Sounds Project Vol. 9 selama tiga hari, termasuk terlibat dalam sesi wawancara bersama musisi internasional yang tampil di festival.

Di sisi keberlanjutan, The Sounds Project Vol. 9 turut bekerja sama dengan Matters Project untuk menjalankan inisiatif pengelolaan sampah. Kolaborasi dengan Matters Project berjalan sepanjang tiga hari festival sebagai bentuk komitmen The Sounds Project terhadap lingkungan di sekitar area acara. Sampah yang terkumpul dikirim ke RDF Plant Rorotan untuk diolah menjadi sebagai bahan bakar dalam proses waste-to-energy (WTE).

Antusiasme terhadap The Sounds Project Vol. 9 terlihat sejak sebelum gerbang dibuka setiap harinya, dengan penonton yang rela datang lebih awal demi menikmati festival sejak menit pertama. Gelombang penonton TSP bukan hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari Malaysia dan Singapura, menjadikan tiga hari ini sebagai perayaan musik yang tidak hanya menghadirkan pertunjukan, tetapi juga menciptakan pengalaman dan memori baru bagi ratusan ribu orang selama tiga hari dari berbagai latar belakang.

Urusan penampil, The Sounds Project selalu berhasil menghadirkan nama-nama yang mengakomodasi selera musik siapa pun yang hadir. Neck Deep (UK), Nusantara Beat (Belanda), dan JET (Australia) menjadi jajaran headliner internasional yang membawa karakter dan energi berbeda ke panggung festival, berpadu dengan ratusan deretan musisi Indonesia terbaik seperti Tulus, Bernadya, Hadad Alwi, Hindia, .Feast, Alkateri, Mahalini, Perunggu, King Nassar, Lomba Sihir, The Adams, Efek Rumah Kaca, For Revenge, Raisa, Yura Yunita, Naykilla, Tenxi, dan lain lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Dengan lebih dari 120 musisi yang tampil bergantian di 7 panggung nyaris tanpa cela selama tiga hari, The Sounds Project Vol. 9 berhasil memuaskan dahaga penonton akan beragam musik dan pengalaman pertunjukan. Mulai dari deretan hits era 2000-an yang dibawakan The Changcuters, Nidji, dan Vierratale, kolaborasi Pee Wee Gaskins dan Rocket Rockers, hingga berbagai kolaborasi spesial yang hadir, baik yang direncanakan maupun tak terduga.

J-Rocks menghadirkan Tribute to L’Arc-en-Ciel, Bilal Indrajaya dan G-Pluck mengajak penonton singalong lagu-lagu The Beatles, Rizky Febian tiba-tiba berkolaborasi dengan Mahalini dan Adrian Khalif, sementara Teenage Death Star tiba-tiba berkolaborasi dengan The Panturas, dan Monkey Boots dengan Wancoy dari Grindboys. Tahun ini, The Sounds Project juga menghadirkan Special Set dari Barasuara, Raisa, dan Isyana Sarasvati yang memberikan pengalaman berbeda dari penampilan reguler mereka.

Mengutip pernyataan Gerhana Banyubiru selaku Founder & CEO The Sounds Project saat ditanya mengenai evaluasi festival ke depan, “Tidak ada festival yang sempurna. Tahun ini The Sounds Project Vol. 9 telah selesai. Terima kasih untuk seluruh audience yang sudah datang, luar biasa dan benar-benar di luar ekspektasi kami selaku promotor. Kami akan beristirahat sejenak, mengevaluasi festival tahun ini, dan mulai mempersiapkan sesuatu yang lebih baik untuk tahun depan. Kayanya sih, line-up lokal maupun internasional lebih banyak untuk tahun depan,” katanya.

Jika bisa ditarik kesimpulan, Sembilan volume dan sebelas tahun kemudian, The Sounds Project bukan lagi sekadar acara musik. Ia telah menjadi contoh nyata perjalanan festival di Industri Musik, perjalanan panjang tentang mimpi, konsistensi, kerja keras, dan tentunya, tentang menciptakan lebih dari sekadar memori. Mau tidak mau, suka tidak suka, tahun ini The Sounds Project telah menjadi bagian dari ingatan banyak orang.

(kha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Celebrity lainnya