JAKARTA - Grup band legendaris Pas Band tengah dilanda duka mendalam selama beberapa pekan terakhir. Selain ditinggalkan sang bassis, Bambang Sutrisno, yang berpulang pada 1 Agustus lalu, band yang terbentuk sejak 1991 ini sudah lebih dulu dirundung duka secara bertubi-tubi.
Drummer Pas Band, Sandy, mengungkapkan bahwa suasana di internal band saat ini sedang kelabu. Hal ini dikarenakan sang gitaris, Bengbeng, harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan dua orang terdekatnya hanya dalam waktu satu pekan saja.
Sebelum Trisno wafat, istri dari Bengbeng diketahui telah lebih dulu berpulang.
"Hati saya sendiri masih sedih banget. Bengbeng apalagi, baru kehilangan istri, seminggu kemudian kehilangan adik (Trisno). Jadi, ini suasana panggung akan sangat-sangat berbeda dari kami sendiri," ujar Sandy Pas Band saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Kehilangan Trisno bukan perkara mudah bagi Pas Band. Bagi Sandy, almarhum bukan sekadar pemain musik, melainkan sosok kunci yang meramu identitas dan warna musik Pas Band sejak awal berdiri.
Kepergiannya dianggap sebagai kehilangan salah satu pilar kreativitas terbesar dalam band.
"Beliau bukan cuma sekadar song maker, tapi juga yang membuat ciri khas dari si Pas Band itu sendiri. Jadi kami benar-benar kehilangan banget. Tapi kami tetap punya tanggung jawab untuk bisa tampil di festival besar," tuturnya.
Meski masih dalam suasana berkabung, Sandy memastikan bahwa Pas Band akan tetap profesional. Mereka berkomitmen untuk menjalankan jadwal panggung yang sudah disepakati, termasuk dalam acara di Subang dan Lombok.
"Tanggal 1 kehilangan Trisno, tanggal 8 kita akan tampil di Subang, tanggal 9 kita akan tampil di Lombok. Kita sudah ada backup sebenarnya, jadi untuk tampil sih enggak ada masalah," jelas Sandy.
Mengenai posisi pemain bass yang ditinggalkan Trisno, Sandy mengakui sudah ada beberapa nama musisi besar yang muncul di benak mereka, salah satunya yakni Bondan Prakoso.
"Ada beberapa nama, kayak misalnya Bondan Prakoso. Bondan itu kan salah satu orang yang mengidolakan sound-nya Trisno, karya-karya Trisno. Tapi saat ada yang usul, kita jawab, 'Maaf, kami sedang berduka'. Pemikirannya belum ke sana, kita akan recover dulu," pungkasnya.
(kha)