JAKARTA - Kepergian Trisno, basis PAS Band, menyisakan kenangan indah bagi para sahabat. Sandy, sang drummer, menjadi saksi hidup bagaimana perubahan spiritual Trisno sebelum dipanggil Sang Khalik 1 Agustus 2026.
Sandy bercerita bahwa pada 2023, seluruh personel PAS Band mendapatkan kesempatan langka untuk menjalankan ibadah umrah bersama. Di sana, dia melihat sisi religius Trisno yang sangat mendalam.
"Saya menjadi saksi, Trisno itu sangat khusyuk ibadah di sana. Hampir tiap hari dia baca Alquran di depan Ka'bah, di Masjidil Haram," kata Sandy di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan belum lama ini.
Sandy meyakini bahwa penyakit yang diderita Trisno selama tiga minggu terakhir di rumah sakit menjadi penggugur dosa bagi almarhum.
Dia merasa tenang karena sahabatnya itu berpulang dalam keadaan yang baik.
"Mudah-mudahan ini pertanda Trisno husnul khotimah. Apalagi saya melihat sendiri bagaimana dia beribadah saat umrah kemarin. Dia orang yang sangat baik," tutur Sandy.
Saat ditanya soal sosok pengganti Trisno di posisi bass, Sandy belum mengungkapnya secara gamblang.
Hanya saja, dia dan para personel PAS Band lainnya sudah mempertimbangkan beberapa nama untuk menjadi additional bassis, salah satunya Bondan Prakoso.
"Ada beberapa nama yang ada di kepala kita, kayak misalnya Bondan Prakoso. Bondan itu salah satu orang yang mengidolakan sound-nya Trisno, karya-karya Trisno. Dia juga bisa dibilang modern bassist," tandasnya.
(ant)