JAKARTA - Inara Rusli yang kini juga dikenal dengan nama Inarasati, kembali mencurahkan isi hatinya melalui Instagram Story. Kali ini, ia mengungkap kekesalannya karena proses hukum terhadap mantan sopir pribadinya yang menjadi terlapor kasus ilegal akses, belum juga menunjukkan titik terang.
Dalam story Instagramnya, Inara mengaku sudah hampir satu tahun menunggu adanya gelar penetapan tersangka. Menurutnya, proses tersebut berjalan sangat lambat karena diduga ada pihak-pihak yang melindungi terlapor.
“Untuk yang merasa proses hukumnya berlarut-larut, saya juga lelah menunggu hampir setahun untuk gelar penetapan tersangka mantan sopir yang mati-matian dilindungi beberapa pihak,” tulis Inara.
Tak hanya menyinggung proses hukum, Inara juga mengungkap sederet tudingan terhadap mantan sopirnya. Ia menyebut orang tersebut bersama istrinya merupakan sosok yang diduga ikut menghancurkan rumah tangganya dengan memperkenalkan orang ketiga kepada mantan suaminya.
“Karena dia bersama istri adalah orang yang sama yang menghancurkan rumah tangga saya dengan memperkenalkan orang ketiga pada mantan,” lanjutnya.
Selain itu, Inara juga menuding mantan sopirnya pernah mengenalkan teman yang diduga sebagai pengedar narkoba kepada mantan suaminya. Ia mengaku orang tersebut sempat bersedia menjadi saksi dalam laporan polisi yang pernah dibuatnya.
Namun belakangan membantah mengenal pelaku saat dikonfrontasi sehingga laporan tersebut tidak berjalan. Tak berhenti sampai di situ, Inara juga menuduh mantan sopirnya pernah melakukan berbagai tindakan yang merugikan dirinya.
Mulai dari memperdaya mantan asisten rumah tangga di kediamannya, melecehkan orang kepercayaannya, menyebarkan fitnah, hingga diduga memantau aktivitasnya melalui CCTV di dalam rumah. Menurut Inara, tindakan tersebut membuat privasinya terganggu
Terlebih rumah merupakan ruang pribadinya untuk beraktivitas tanpa mengenakan hijab. Menutup unggahannya, Inara berharap kasus tersebut segera mendapat kepastian hukum.
Ia juga meminta bantuan kepada pihak kepolisian agar proses penanganan laporannya segera ditindaklanjuti.
“Kalau bukan pengadilan dunia, biarkan pengadilan-Nya yang bertindak. Tolong dibantu prosesnya Pak Polisi,” tulis Inara.
(kha)