JAKARTA - Penyanyi Rachel Cia segera mewujudkan langkah besar dalam karier bermusiknya. Dia mendapat kesempatan berkolaborasi dengan musisi asal Jepang, idom, melalui proyek yang digagas Sony Music Japan.
Kolaborasi tersebut bermula dari undangan resmi Sony Music Japan yang mengajak wanita yang memiliki nama panggung RACH? itu menggarap karya bersama salah satu musisi berbakat mereka.
"Iya, betul sekali. Kebetulan aku mendapat undangan resmi dari Sony Music Japan untuk proyek kolaborasi ini. Rencananya, aku akan merilis lagu bersama salah satu musisi berbakat mereka, yaitu idom. Mudah-mudahan bisa tampil bersama secara langsung di sana. Jadi, aku benar-benar sudah tidak sabar," ujar Rachel.
Peluang tersebut datang secara tidak terduga. RACH mengaku mendapat tawaran kolaborasi dari Sony Music Japan pada Februari lalu. Ketertarikan mereka terhadap perkembangan industri musik Indonesia menjadi awal kerja sama tersebut.
"Jujur, ini benar-benar tidak disangka. Sekitar bulan Februari lalu, tiba-tiba ada tawaran kolaborasi dari pihak Sony Music Japan. Ternyata mereka sangat penasaran dengan perkembangan dan tren musik di Indonesia saat ini. Tidak lama kemudian, tim mereka langsung datang ke Indonesia. Di sini, kami langsung intens menyelesaikan dua lagu hanya dalam waktu empat hari, dibantu juga oleh produser lokal, Gamal dan Fadli. Tidak lama setelah itu, idom memberi kabar kalau dia akan menggelar konser di Jepang. Dia sangat antusias mengajakku datang langsung agar kami bisa membawakan lagu-lagu tersebut secara langsung bertepatan dengan momen perilisannya," tuturnya.
Meski proses kreatif berlangsung dalam waktu singkat, RACH mengaku menikmati tantangan tersebut. Dia dan idom harus menyatukan referensi musik, karakter, hingga cara berpikir untuk menghasilkan dua lagu dalam waktu empat hari.
"Tantangannya cukup memacu adrenalin, haha. Kami harus menyatukan cara berpikir, referensi musik, dan nuansa yang sangat berbeda dalam waktu yang sangat singkat, yaitu hanya empat hari untuk menyelesaikan dua lagu. Lagu-lagu ini juga cukup eksperimental karena cukup berbeda dari identitas musik kami masing-masing. Selain itu, ada juga perbedaan bahasa dan budaya kerja. Namun, untungnya semangat dan visi kami sama. Jadi, saat bertukar ide justru terasa sangat seru. Berbagai konsep muncul begitu saja, dan para produser juga mampu mengeksekusinya dengan sangat cepat. Mereka juga sangat pintar mengarahkan aransemennya," katanya.
Rachel merasa puas dengan hasil kolaborasi tersebut. Dia berharap proyek lintas negara ini tidak hanya menghadirkan karya baru bagi penikmat musik Indonesia dan Jepang, tetapi juga membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih luas pada masa mendatang.
"Sangat memuaskan. Hasilnya benar-benar di luar ekspektasiku. Lagu-lagu ini berhasil menggabungkan karakter musik kami masing-masing dengan sangat alami.
Harapanku, rilisan ini tidak hanya menjadi sesuatu yang segar dan baru bagi pendengar di Indonesia maupun Jepang, tetapi juga bisa membangun jaringan yang kuat. Semoga proyek ini bisa menjadi jembatan yang membuka jalan bagi lebih banyak kolaborasi keren antarnegara pada masa mendatang," pungkasnya.
(kha)