JAKARTA - Steven Wongso kembali mengunggah video bernada penghinaan terhadap orang gemuk lewat akun Instagram pribadinya @steven_wongso, pada 12 April silam. Dalam video itu, dia menyebut, kebiasaan orang gemuk yang doyan makan manis dan rebahan.
“Apa yang kalian lakukan itu sudah benar, ndut. Stay di rumah, rebahan sambil nonton Netflix, dan makan martabak manis pakai kopi susu. Itu kan membantu UMKM. Petani gula dan petani kopi itu bisa makan karena kalian loh, ndut,” katanya dikutip Selasa (14/4/2026).
Steven Wongso dalam lanjutan keterangannya mengatakan, “Kalian itu sangat berdampak besar bagi perekonomian negara ini, ndut. Kalian enggak usah mendengarkan pendapat orang. Itu namanya self love. Semangat ya ndut.”
Video itu diunggah selebgram asal Surabaya tersebut setelah kontennya yang menyebut ‘orang gendut lebih rendah dari anjing’ viral di media sosial.
“Bagiku, semua orang gendut itu anj**g. Emangnya beda kalian sama anj**g apa? Makanan di depan kalian semua dihabiskan. Tuhan kan menciptakan otak agar manusia bisa mikir ya masak enggak dipakai?” ujarnya dalam video yang kini telah dihapus itu.
Steven Wongso menambahkan, “Menurut aku, kalian orang gendut ini lebih rendah daripada anj**g. Karena anj**g saja saat kenyang makanan yang di depannya tidak akan dihabiskan. Kelihatan kan orang gendut tidak punya otak?”
Unggahan Steven itu kemudian ramai ditanggapi warganet, dari artis hingga influencer di bidang kesehatan. Aktor Rayn Wijaya tampak menyindir Steven dengan menuliskan komentar “Sok asik j*ng”, sementara Billy Davidson menuliskan, “Gini amat ya cari duit.”
Sementara dokter Ivan Hartono menjelaskan bahwa kondisi gendut atau obesitas tak sekadar masalah nafsu makan, namun juga soal genetik dan masalah hormonal. “Izin saran, boleh hargai usaha orang untuk bisa lepas dari obesitas?” ujar sang dokter.
Akun @nya****81 tampak menyayangkan konten Steven Wongso tersebut. “Kenapa lu jadi begini ya sekarang, Bang? Kalaupun ini ragebait, menurut gue, berlebihan sih.” Akun @na***ta menambahkan, “Sudah enggak laku jual agama, sekarang dia jual jokes garing.”*
(SIS)