COKI Pardede menggunakan sabu dengan cara metode anal. Teknik yang tak biasa ini disebut-sebut berpotensi menyebabkan HIV kepada penggunanya.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Deonijiu De Fatima yang menangani penangkapan Coki menuturkan, pihaknya tak memeriksa kondisi sang komika hingga sejauh itu. Dari segi kesehatan fisik, Coki tampak baik.
"Kita enggak ngurus itu, yang kita lihat sehat-sehat aja, tidak ada," kata Deonijiu saat dihubungi wartawan.
Seperti diketahui, penggunaan sabu lewat dubur atau metode booty bump yang dilakukan Coki ini memiliki resiko berbahaya, berdasarkan laporan dari San Fransisco AIDS Foundation.
Baca Juga: Coki Pardede Jalani Rehabilitasi Narkoba, Polisi Hentikan Proses Hukum
Metode itu memiliki risiko tinggi tertular HIV, hepatitis C, dan limfogranuloma venereum terkait klamidia.
Kini, Coki direhabilitasi untuk mengatasi ketergantungannya terhadap narkotika di RSKO Cibubur, Jakarta Timur sejak 4 September 2021.
Sebelumnya, dia ditangkap di kediamannya di kawasan Cisauk, Tangerang Selatan, pada 1 September 2021. Saat penangkapan, polisi menemukan barang bukti sabu seberat 0,3 gram dan jarum suntik.
(dwk)